JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) turut ambil bagian dalam kerjasama antara Indonesia dan Arab Saudi. Dalam hal ini fokus Kemdikbud adalah memperkuat kolaborasi di sektor kebudayaan.
Meski kerjasama dalam pendidikan dasar dan menengah tidak terlalu ditonjolkan, anggota Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati mengatakan, pihak Arab Saudi cukup memahami kondisi sekolah di Tanah Air. Sehingga, kesepakatan yang dibangun tidak akan mengabaikan faktor pendidikan.
"Seperti sekolah madrasah itu ada di Kementerian Agama. Tetapi saya rasa kerjasama untuk memajukan madrasah ini sangat penting. Ke depan kerjasama harus ditingkatkan karena kondisinya masih minim," tuturnya kepada Okezone, Jumat (3/3/2017).
Madrasah, kata Reni, dikembangkan sebagian besar oleh masyarakat. Sementara kemampuan masyarakat terbatas untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas.
"Saya belum lihat keseluruhan poin MoU-nya. Memang di Kemenag kesepakatan yang terlihat masalah umum, seperti umroh dan haji. Untuk itu, saya harap madrasah akan diperhatikan juga. Karena sejarah pendidikan itu justru dimulai dari madrasah dan pesantren. Dulu di pesantren diajarkan smua, tidak hanya agama," tandasnya.
(sus/okezone)