Mahasiswa UII Tewas saat Diksar, Ibunda: Tubuh Anak Saya Penuh Luka

Harijal - Senin, 23 Januari 2017 17:33 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/01/c36731012017_mahasiswa_uii.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
foto: Markus Yuwono/Sindo Radio
Ibunda almarhum Syaits Sri Handayani di rumahnya Jetis, Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Senin (23/1/2017).

YOGYAKARTA - Dua mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta meninggal saat mengikuti pendidikan dasar The Great Camping yang digelar mahasiswa pencita alam UII di lereng selatan Gunung Lawu, Jawa Tengah.

Dua orang yang tewas dalam acara The Great Camping ke-37 yang berlangsung dari 13 sampai 20 Januari itu adalah Muhammad Fadli, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri dan Syaits Asyam (19), mahasiswa Jurusan Teknik Industri. Keduanya angkatan tahun 2015.

Fadil tewas saat dalam perjalanan dari basecamp diksar menuju Puskemas Tawangmangu pada 20 Januari sore. Sedangkan Syaits meninggal di rumah RS Bethesda Yogyakarta sehari kemudian, setelah sempat mendapat perawatan.

Keluarga almarhum Syaits menyebut ada kejanggalan di tubuh Syaits. "Anak saya yang tadinya ganteng menjadi penuh luka," kata ibu Syaits, Sri Handayani di rumahnya Jetis, Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Senin (23/1/2017).

Sri menceritakan, tampak luka di tangan dan punggung Syaits. Kendati begitu sering menguluhkan rasa sakit, mahasiswa kelahiran 7 Juli 1997 itu masih bisa menceritakan apa saja yang terjadi selama mengikuti diksar.

Syaits mengaku punggungnya dipukul pakai rotan hingga sepuluh kali. Ia juga harus membawa air berjumlah banyak, sambil diinjak. Sri menceritakan kembali cerita anaknya itu, dengan mata berkaca-kaca.

"Saat menceritakan itu, kondisinya cukup lemah. Kemampuan bicaranya hanya sekitar 60-70 persen, dan kesulitan bernafas. Dia bilang leher berat, sakit," terang Sri.

Sebelum menghadap sang pencipta, Sri sempat mendengar suara anaknya meminta maaf. "Saya yang menemaninya sampai dia berpulang," ujarnya.

Sampai saat ini, Sri belum tahu siapa yang mengantarkan putranya ke rumah sakit. Ia mengaku sempat bertemu orang yang mengaku bernama Andi sesaat setelah anaknya meninggal dunia. Andi yang mengaku menggendong Syaits ke rumah sakit.

Pihak keluarga sampai saat ini belum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak panitia maupun Kampus UII terkait kematian Syaits. "Sudah ada yang melayat dan sebatas menyampaikan belasungkawa," imbuh Lilik Margono paman Asyam.

Pihak UII melalui siaran persnya yang ditandatangani Rektor UII, Harsoyo, mengakui diksar The Great Camping merupakan kegiatan resmi kampus. Pihak kampus sudah membentuk tim investigasi untuk menelusuri kasus itu.

 

(okezone/rec)

Berita Terkait

Nusantara

Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69

Nusantara

Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan

Nusantara

Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah

Nusantara

Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Luka-luka

Nusantara

Elemen Masyarakat Demo di Mapolda Sumut, Desak Copot Kapolres Nias

Nusantara

Talam Durian Satu Kilometer dan 8000 ASN Mengaji di Pekanbaru akan Pecahkan Rekor Muri