Aksi Bela Rakyat 121, Fahri Hamzah: Pemerintah tak Perlu Khawatir

Harijal - Kamis, 12 Januari 2017 13:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/01/5b8ac2012017_aksibelarakyat.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Bem seluruh Indonesia saat long march di Patung Kuda. (republika)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta pemerintah tidak khawatir dengan aksi 'Bela Rakyat 121' yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), secara serentak di semua daerah pada Kamis (12/1/17).

Fahri menilai aksi tersebut merupakan wujud kegelisahan mahasiswa terhadap situasi saat ini.

"Gerakan mahasiswa muncul karena kegelisahan mereka terhadap suasana masyarakat yang semakin menderita karena berbagai kenaikan harga," katanya di Gedung Nusantara III, Jakarta.

Fahri menjelaskan dalam teori gerakan mahasiswa, mereka tidak bisa dibayar dan disuruh-suruh sehingga tampil atas panggilan zaman. Karena itu dirinya meyakini bahwa aksi yang digelar mahasiswa itu bersumber dari kegelisahan yang independen.

"Mereka tampil atas panggilan jaman atas situasi yang berkembang tiba-tiba, tidak terencana, itu bersumber dari kegelisahan yang independen," ujarnya.

Fahri meminta pemerintah tidak khawatir dan menjawab semua kritik serta aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya jika mahasiswa sudah mendapatkan jawaban dari pemerintah maka tuntutan mereka akan mereda.

"Mahasiswa itu tidak ada pretensi pollitik, mereka bekerja dengan apa yang mereka lihat di lapangan," kata Fahri.

Fahri melanjutkan, Indonesia merupakan negara dengan tradisi gerakan mahasiswa yang kuat sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Ia menilai pemerintah tinggal menjawab saja semua kritikan yang disampaikan mahasiswa tersebut.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa dari badan eksekutif mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek akan melakukan Aksi Bela Rakyat 121 pada 12 Januari 2017 di depan Istana Merdeka, Jakarta.

Ketua BEM PNJ (Politeknik Negeri Jakarta) Fikri Azmi mengatakan aksi tersebut digelar terkait kebijakan pemerintah yang dianggap memberatkan rakyat, seperti kenaikan biaya mengurus STNK dan BPKB.

"Kami mahasiswa Jabodetabek akan menggelar aksi bela rakyat, menuntut pemerintah untuk segera bertanggung jawab dengan kebijakan yang mereka ambil," ujar Fikri Azmi di Jakarta, Rabu (11/1/17) kemarin.

Fikri menambahkan, banyak kebijakan pemerintah yang dianggap memberatkan masyarakat pada awal 2017, mulai dari naiknya tarif dasar listrik, biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), serta kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Karena itu, Fikri mengajak seluruh mahasiswa yang ada di Jabodetabek untuk turut berpartisipasi dalam melakukan Aksi Bela Rakyat 121 menuntut kebijakan yang memberatkan masyarakat. ***    

Sumber: republika.co.id/gonews.com

 

Berita Terkait

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!

Nusantara

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar

Nusantara

PPWI Fasilitasi Keluarga Jenguk Jekson Sihombing di Lapas Nusakambangan

Nusantara

Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur