Ibu Negara Iran Dr Jamileh Alamolhoda Kunjungi Universitas Paramadina

Harijal - Rabu, 24 Mei 2023 15:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2023/05/6a9e73052023_untitled8.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Arief Tito

JAKARTA - Ibu Negara Iran Dr Jamileh Alamolhoda mengunjungi Universitas Paramadina, memberikan Kuliah Umum bertema "Merawat Jagat Membangun Peradaban" di Auditorium Nurcholish Madjid, Rabu 24 Mei 2023 yang diselenggarakan bersama CIDES ICMI. 

Jamileh mengemukakan bahwa Iran memiliki banyak universitas dengan mahasiswa yang aktif dalam pendidikan.  "Universitas pertama di Iran sudah berusia 120 tahun. Universitas Nisabur tertua di Iran berusia 400 tahun. Namun 100 tahun terakhir universitas-universitas modern sudah mulai dibangun di Iran." 

Menurutnya bahwa di zaman Imam Khomeini memerintahkan untuk menyatukan ilmu pengetahuan dan ilmu agama, saat ini Iran memiliki 6 universitas besar dimana pendidikan dan kurikulumnya berbasis agama Islam. 

Ia juga menjelaskan perkembangan ilmu pengetahuan di Iran "Dari Universitas Imam Shadiq ada penelitian tentang perekonomian islam yang sekarang sudah digunakan di seluruh dunia. Saya berharap penelitian tentang asuransi ini bisa dijalankan di Indonesia sebagaimana telah dijalankan di Malaysia, selanjutnya kita bisa membuat penelitian-penelitian islam."

"Kami sangat yakin ilmu pengetahuan dan agama berjalan beriringan, mampu menjaga kemanusiaan. Lingkungan dan peradaban itu harus dijaga, sebab tidak ada peradaban yang dapat bertahan tanpa adanya ilmu pengetahuan. Kita memiliki dua pilihan, ilmu pengetahuan berjalan terpisah dengan ilmu agama yang dapat merusak peradaban atau ilmu pengetahuan berjalan beriringan dengan ilmu agama dan itu mampu bertahan hingga lama." 

 "Pemerintahan Iran terus bekerjasama dengan dunia pendidikan agar ilmu pengetahuan terus maju. Saya sangat mengharapkan kerjasama dengan adanya pertukaran dosen serta mahasiswa," ujar Dr. Jamileh. 

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina, Dr. Fatchiah E. Kertamuda menyatakan kegembiraan atas kehadiran Ibu Negara Iran, "Kedatangan  Ibu Negara Dr. Jamileh Almolhoda di Universitas Paramadina merupakan suatu kehormatan. Satu hal lagi bahwa kekuatan dan peran seorang ibu sangat penting bahkan untuk menciptakan perdamaian di dunia."

Dr. Fatchiah juga menekankan pentingnya peran ibu, "Peran ibu sebagai madrasah pertama yang nantinya mampu mendidik anak-anak generasi masa depan agar dapat menciptakan situasi perdamaian dunia. Pendidikan islam sangat penting dimulai dari keluarga sebagai contoh model anak di masa depan." 

"Universitas Paramadina membuka kesempatan luas untuk kerjasama kedepannya, menjalin hubungan baik dengan Republik Islam Iran di bidang pendidikan seperti pertukaran mahasiswa, dosen, penelitian antar negara," sambut Dr. Fatchiah. 

Dalam sambutannya Direktur CIDES ICMI Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, MA, Ph.D. menyatakan pentingnya acara ini, "Tema kali ini sangat menarik. Bahwa Al-Qur'an turun untuk seluruh umat manusia seluruh jagat raya, bercerita tentang alam bercerita dan tentang Tuhan. CIDES ICMI menyelenggarakan kajian-kajian dengan beragam topik. Kita selalu memikirkan terbentuknya masyarakat madani, tujuan kita berdasarkan Surat Ali-Imran, berfikir dan berzikir, pentingnya mengajak ke arah kebaikan dan amar maruf." 

Dalam acara yang dihadiri oleh kalangan umum dan civitas Universitas Paramadina ini, juga dilakukan peluncuran buku berjudul "Mafatih Al-Hayat" karya Allamah Ayatullah Jawadi Amuli yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Konsulat Kebudayaan Kedubes Republik Islam Iran.(rif)

Berita Terkait

Nusantara

Kualitas Udara Pekanbaru di Level Sedang Pagi Ini, Siswa Kembali ke Sekolah

Nusantara

Penerima Bansos Agar tak Terlibat Pinjol dan Judol

Nusantara

Diduga Rp500 Juta untuk Cari Proyek Pemerintah, Kini Muncul Permintaan Rp1,3 Miliar

Nusantara

Syiar Dakwah, Azwendi Fajri Dukung Penuh Bengkel Da'i

Nusantara

Soal Konflik Lahan di Rupat, Pemkab Bengkalis Buka Audiensi dengan Masyarakat

Nusantara

Kemendukbangga/BKKBN RI dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Kampar Melek Isu Keluarga dan Stunting