Ini Penjelasan Panglima TNI Terkait Aksi Penembakan Anggota TNI

Harijal - Senin, 16 November 2015 10:07 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2015/11/1fdde2112015_kabarmelayupenjelasanpan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
rec
Panglima TNI memberikan penjelasan terkait penembakan terhadap dua anggota TNI.

Kabar Melayu (JAKARTA) - Panglima TNI bersama Kasad, Wakasal dan Aspers Kasau menyampaikan keterangan bahwa benar pada tanggal 13 November 2015 telah terjadi aksi penembakan terhadap Prajurit TNI, lebih jelasnya anggota Detasemen Intelijen Kodam III/Siliwangi oleh anggota Buser Polres Muara Enim di wilayah Lubuk Linggau yang mengakibatkan 2 (dua) Prajurit TNI luka-luka, yaitu Kapten Chb Edi terkena tembak di bagian perut kanan dan Serda Denden terkena tembak di bagian paha.Dalam peristiwa tersebut, benar bahwa anggota tersebut bersama rekannya dalam 1 tim sebanyak delapan orang dibawah pimpinan Kapten Edi, sedang melaksanakan tugas satuan dengan di lengkapi surat perintah, dalam rangka melaksanakan pengejaran terhadap pelaku pencurian mobil milik Puskopad Kodam III/Siliwangi yang dicuri dan dijual kepada komplotan penadah mobil curian di wilayah Lampung.Terkait hal kejadian tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa dimana sebelummnya Satuan Den Intel Kodam III/Siliwangi telah  melakukan langkah-langkah, antara lain membuat laporan kepolisian tentang hilangnya kendaraan tersebut ke Polrestabes Bandung, kemudian membantu mencari dan melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian mobil tersebut a.n. Sdr Yudas di Jl. Otista  Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Selanjutnya melakukan koordinasi awal dengan unit Intel Kodim Lubuk Linggau, untuk melakukan penjajakan terhadap lokasi keberadaan mobil curian.Dalam pelaksanaan tugasnya, Den Intel Kodam III/Siliwangi telah berhasil menangkap tiga orang pelaku sindikat pencurian dan penadahan mobil, antara lain Sdr Herman di daerah Lampung, Sdr Edi di Muara Enin dan Sdr Triono (pecatan anggota Polri) di Prabumulih. Selanjutnya bahwa dalam pengembangan untuk menangkap pelaku a.n Deni, saat melakukan pengendapan sasaran di wilayah Lubuk Linggau, telah didatangi lima unit mobil, dikepung dan disergap oleh Buser Muara Enim, dan saat itulah terjadi aksi penembakan oleh anggota Buser terhadap tim TNI dalam posisi tiarap yang mengakibatkan 2 anggota TNI luka tembak."Perlu ditegaskan pula bahwa anggota TNI tidak melakukan perlawanan sama sekali saat disergap dan dilucuti senjatanya, karena memang sedang fokus melaksanakan tugas dan tidak memiliki latar belakang masalah dengan pihak kepolisian, sehingga semua yang diperintahkan oleh anggota Buser Polres dipatuhi dan diikuti (tiarap, angkat tangan dan dilucuti senjata sekalipun", kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.Kejadian kedua di tempat berbeda yaitu di RS Umum Daerah Siti Aisiah. Sekitar pukul 00.00 WIB, anggota Den Intel Kodam III/Siliwangi tiba di RSUD Siti Aisiah untuk melihat 2 korban aksi penembakan. Namun saat itu telah ada 2 anggota Polres Muara Enim. Tiba-tiba 2 anggota Polres tersebut mengeluarkan senjata organiknya. Begitu melihat anggota Polres mengeluarkan senjata, anggota Den Intel segera melakukan tindakan pengamanan. Tetapi anggota Polres tersebut melakukan perlawanan sehingga senjata api tersebut meletus kearah bawah sehingga rekoset dan mengenai kaki salah seorang anggota Polres."Dalam peristiwa ini saya telah memerintahkan kepada seluruh Prajurit TNI jangan terpengaruh isu yang berkembang sehingga terprovokasi dan melakukan hal-hal yang dapat memperkeruh suasana. Pegang teguh dan patuhi instruksi Komandan Satuan masing-masing. Tetap pelihara dan terus tingkatkan kerja sama yang telah terjalin dengan baik dengan anggota Polri. Serahkan penyelesaian persoalan ini kepada Panglima TNI dan Kapolri, yakinlah bahwa pimpinan kalian akan menyelesaikan secara profesional, adil dan menjunjung tinggi hukum", tegas Panglima TNI."Selanjutnya dalam menyikapi perkembangan kejadian terakhir di Paris Perancis, agar dilakukan koordinasi dan patroli secara bersama-sama di daerah-daerah yang diperlukan serta diadakan pengamatan dan segera dilaporkan secara cepat, sehingga TNI dan Polri dapat mewujudkan rasa aman kepada seluruh masyarakat dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan", tandas Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.(*/puspentni)

Berita Terkait

Nusantara

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Nusantara

PLN Gangguan, Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau Padam!

Nusantara

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar

Nusantara

PPWI Fasilitasi Keluarga Jenguk Jekson Sihombing di Lapas Nusakambangan

Nusantara

Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur

Nusantara

Bedah Status Hukum Etomidate Bersama Kepala BNNK Pekanbaru, Penandatanganan MoU, dan Deklarasi Mahasiswa