Saat Gempa, Warga Banda Aceh Berhamburan Jauhi Pantai

Harijal - Rabu, 07 Desember 2016 17:06 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/12/0c2e30122016_saatgempa.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Antara/Ampelsa
Petugas mengoperasikan alat berat untuk mencari korban yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah toko (ruko) akibat gempa di Desa Ulee Glee, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12).

ACEH - Gempa dengan 6,4 skala richter yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, terasa hingga ke Kota Banda Aceh. Gempa terjadi pada sekitar pukul 05.00.

Salah seorang warga Banda Aceh, Egi Nur Fajar Ali menuturkan gempa memang terasa sampai Kota Banda Aceh. Pada mulanya, goyangan gempa begitu lembut. Lambat laun, goyangannya kemudian bergerak begitu cepat.

"Gerakan gempanya enggak langsung cepat, awalnya naik-turun gitu, baru kemudian goyangannya cepat, dug.. dug .. dug," ujar dia menceritakan, saat dihubungi Republika, Rabu (7/12/16).

Saat gempa terjadi, Egi sudah dalam kondisi bangun dan hendak menunaikan Shalat. Kamarnya gelap, lampu belum dia dihidupkan. Tiba-tiba, galon dan perabotan di kamarnya bergoyang. Kemudian, segera ia menyalakan lampu kamar.

Egi pun langsung keluar rumah dan berlari menuju area yang berjauhan dari bangunan. Beberapa warga yang lain juga berhamburan keluar dari rumahnya untuk mencari posisi yang aman dan menjauh dari bangunan. Sebagian bahkan ada yang sampai berlari menuju bebukitan "Di luar, orang-orang terus mengumandangkan suara allahuakbar, terus-terusan sampai gempanya selesai," tutur dia menjelaskan.

Sejumlah warga juga berupaya mengamankan diri dengan menjauhi lokasi keberadaan pantai. Mereka khawatir gempa kali ini menyebabkan peristiwa tsunami kembali terulang.

"Jadi larinya pada ke arah yang jauh dari pantai, karena kan takutnya terjadi tsunami," ucap pria yang bekerja di salah satu perusahaan farmasi di Banda Aceh ini.

Usai gempa, lanjut Egi, tidak ada bangunan di Banda Aceh yang runtuh. Hanya, ada beberapa bangunan yang retak akibat goyangan gempa.

Pemerintah Provinsi Aceh melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan data terakhir hingga pukul 13.30 WIB, sudah ada 51 korban meninggal gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya. Angka korban meninggal tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah.

"Korban meninggal sampai saat ini sudah 51 orang dan masih bisa bertambah," ujar Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Aceh Frans Dellian saat dihubungi, Rabu (7/12/16).(ROL/rec)

 

Berita Terkait

Nusantara

Agung Nugroho Senang Anak-anak Kembali Sekolah

Nusantara

Karhutla Riau Mulai Terkendali

Nusantara

Sekda Inhil Hadiri Paripurna ke-15 DPRD. Masa Persidangan VI Ditutup dan Persidangan VII Dibuka

Nusantara

Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi

Nusantara

Benih Jagung Kuartal III Telah Ditanam, Polsek Kandis Perkuat Ketahanan Pangan di Wilayah Binaan

Nusantara

62 Hotspot Masih Terpantau di Riau. Inhil 49, Pelalawan Tersisa 7