Ini Kegundahan Ahok Soal Politisasi Al Maidah dalam Buku ‘Merubah Indonesia’

Harijal - Minggu, 13 November 2016 16:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/11/e578f1112016_inikegundahan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ahok.org
Buku Merubah Indonesia.

JAKARTA - Pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengutip surah Al Maidah ternyata bukanlah hal yang baru. Ahok telah mengungkapkan bagaimana lawan-lawan politiknya itu menggunakan surah Al Maidah dalam sebuah buku berjudul ‘Merubah Indonesia’.

Laman Ahok.org, telah mengunggah buku versi PDF itu pada Juli 2010 lalu. Saat itu Ahok masih menjabat sebagai anggota DPR RI. Berikut kutipan lengkap pernyataan Ahok tentang Al Maidah di halaman 40, Bab 4, sub bab berjudul, "Berlindung di Balik Ayat Suci".

BERLIDUNG di BALIK AYAT SUCI

Selama karir politik saya dari mendaftarkan diri menjadi anggota partai baru, menjadi ketua cabang, melakukan verifikasi, sampai mengikuti pemilu, kampanye pemilihan bupati, bahkan sampai gubernur, ada yang yang sama yang saya begitu kenal digunakan untuk memecah belah rakyat dengan tujuan memuluskan jalan meraih puncak kekuasan oleh oknum yang kerasukan roh kolonilalisme.

Ayat itu sengaja disebarkan oleh oknum-oknum elite karena tidak bisa bersaing dengan visi misi program dan integritas pribadinya. Mereka berusaha berlindung di balik ayat-ayat suci itu agar rakyat dengan konsep "seiman" memilihnya.

Dari oknum elite yang berlindung di balik ayat suci agama Islam, mereka menggunakan Al-Maidah 51. Isinya, melarang rakyat menjadikan kaum Nasrani dan Yahudi menjadi pemimpin mereka, dengan tambahan jangan pernah memilih kafir jadi pemimpin. Intinya, mereka mengajak agar memilih pemimpin dari kaum seiman.

Padahal setelah saya tanyakan ke teman-teman, ternyata ayat ini diturunkan pada saat adanya orang-orang Muslim yang ingin membunuh Nabi Besar Muhammad SAW dengan cara membuat koalisi dengan kelompok Nasrani dan kelompok Yahudi di tempat itu. Jadi, jelas bukan dalam rangka memilih kepala pemerintahan, karena di NKRI kepala pemerintahan bukanlah kepala agama/imam kepala.

Bagaimana dengan oknum elite yang berlindung dibalik ayat suci agama Kristen. Mereka menggunakan surat Galatia 6:10. Isinya, selama kita masih ada kesempatan, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama pada kawan-kawan kita seiman.

Saya tidak tahu apa yang digunakan oleh oknum elite di Bali yang beragama Hindu atau yang beragama Buddha. Tetapi saya berkeyakinan, intinya pasti jangan memilih yang beragama lain atau suku lain atau golongan lain atau yang rasnya lain. Intinya, pilihlah yang seiman/sesami kita (suku agama, rasa, dan antar golongan). Mungkin ada yang lebih kasar lagi, pilihla yang sesama kita manusia yang lain bukan, karena dianggap kafir atau najis atau binatang.

Karena kondisi banyaknya oknum elite yang pengecut dan tidak bisa menang dalam pesta demokrasi dan akhirnya mengandalkan hitungan suara berdasarkan se-SARA tadi, maka betapa banyaknya sumber daya manusia dan ekonomi yang kita sia-siakan.

Seorang putra terbaik bersuku Padang dan Batak Islam tidak mungkin menjadi pemimpin di Sulawesi. Apalagi di Papua. Hal yang sama seorang Papua, tidak mungkin menjadi pemimpin di Aceh atau Padang.

Kondisi inilah yang memicu kita tidak mendapatkan pemimpin terbaik dari yang terbaik. Melainkan kita kita mendapatkan yang buruk dari yang terburuk karena rakyat pemilih memang diarahkan, diajari, dihasut untuk memilih yang se-SARA saja. Singkatnya, hanya memilih yang seiman (kasarnya yang sesama manusia). (ROL)

 

Berita Terkait

Nusantara

KPA Goes to School, ‎Wawako Markarius Anwar Edukasi Pencegahan HIV/AIDS di Kalangan Pelajar

Nusantara

Gelar Doa Bersama, Wabup Inhil Mohon Keselamatan dan Keberkahan Daerah

Nusantara

Rentang Januari-Juli 2026, DPKP Pekanbaru Evakuasi 72 Ekor Ular di Permukiman Warga

Nusantara

Buaya Muara Mengamuk di Desa Undan Inhil, Naik ke Darat Kejar Warga

Nusantara

Wabup Bagus Santoso Lepas Kontingen Pramuka Bengkalis Menuju Jambore Nasional Cibubur Jakarta

Nusantara

Wujudkan Generasi Muda Peduli Lingkungan, Bhuwana Lestari Teluk Meranti Resmi Dikukuhkan