Kemendes PDDT Catat 21 Ribu Desa Masih Tertinggal

Harijal - Jumat, 12 Juni 2020 22:31 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/06/afaef3062020_untitled22.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/ Yandhi).
Kemendes PDTT menengarai tantangan pembangunan desa terletak pada minimnya akses listrik dan internet. Ilustrasi.

JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mencatat sekitar 21.173 desa atau 28,2 persen dari total 74.953 desa di Indonesia masuk kategori tertinggal dan sangat tertinggal.

"Dari 74.953 Desa yang ada masih ada 3.540 desa yang sangat tertinggal dan 17.633 desa yang tertinggal. Pekerjaan rumah masih sangat berat untuk beberapa tahun ke depan, " jelas Wakil Menteri Desa PDTT Budie Arie Setiadi seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (12/6).

Salah satu tantangan pembangunan desa, katanya, terletak pada minimnya akses listrik dan internet. Saat ini, masih ada 433 desa tanpa listrik dan 13.577 desa yang belum memiliki akses internet.

Dalam upayanya memberdayakan penduduk desa, pemerintah katanya, terus meningkatkan pembangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai instrumen sosial ekonomi untuk pembangunan desa.

"BUMDes adalah instrumen sosial ekonomi bagi warga desa untuk maju. Saat ini baru 18.195 BUMDes yang sudah di-profiling. Dan saat ini sudah ada 4.651 BUMDES yang sudah masuk klasifikasi maju," tuturnya.

Ia menambahkan, mayoritas sebaran daerah tertinggal tersebut berada di Indonesia Timur atau sebanyak 84 persen. Jika dihitung dalam kabupaten/wilayah, ada 102 wilayah tertinggal dari 122 wilayah yang berada di bagian timur Indonesia. Artinya, hanya 20 wilayah tertinggal saja yang ada di Indonesia bagian Barat dan Tengah.

"Sampai hari ini terdapat 122 Kabupaten atau daerah tertinggal yang 84 persen di antaranya atay 102 Kabupaten ada di kawasan Timur. Jadi bisa dibayangkan kesenjangan pembangunan ekonomi Indonesia," terangnya.

Tercatat masih ada 433 kabupaten di Indonesia Timur yang belum dialiri setruman listrik. Rincinya, 325 kabupaten ada di Papua, 102 di antaranya di Papua Barat, 5 kabupaten di NTT dan satu kabupaten di Maluku.

Sementara, dari 14.265 desa yang mengecap fasilitas listrik, baru 54 persen yang menggunakan jasa PLN. Sisanya sebesar 19,6 persen menggunakan aliran listrik mandiri, 23,2 persen non-PLN dan 3 persen lainnya belum berlistrik.

"Dari Peta Kelistrikan di 14.265 desa register Maluku Papua Nusa Tenggara di mana PLN baru 54 persen, sementara yang mandiri (LTSHE) dan non PLN dan ada 3 persen yang belum berlistrik," imbuh Budie.

Untuk akses internet, dari total 13.577 desa yang belum memiliki akses internet, Papua dan Papua Barat menjadi wilayah yang paling memprihatinkan. Rincinya, sebanyak 4.506 desa berada di kawasan Papua Barat dan 1.363 di Papua.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Nusantara

Indonesia Menuju Jurang?

Nusantara

Wakapolda Riau Kunjungi Inhil, Wabup Yuliantini Tekankan Kolaborasi dan Penghijauan

Nusantara

Pramuka Kwarcab 04.02 Ikuti Kegiatan KKRI di Makodim 0314/Inhil

Nusantara

Polda Riau Kerahkan Tim RAGA dan Brimob Jaga Keamanan Masyarakat saat Pemadaman Listrik

Nusantara

Raih Juara 2, Koramil 05/RM Turut Meriahkan Futsal Cup 2026 Polsek Rimba Melintang

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026