Ibunda Jokowi Wafat, Masyarakat Diminta Tidak Melayat

Harijal - Rabu, 25 Maret 2020 21:02 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/03/aa1b08032020_untitled25.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Antara/Maulana Surya)
Suasana rumah duka di Banjarsari, Surakarta, Rabu (25/3).

SOLO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak melayat mendiang Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo ke rumah duka di Banjarsari, Surakarta.

Hal ini ditujukan untuk menghindari kerumunan di tengah upaya pemerintah menekan penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

"Baru saya bicara dengan keluarga, bersama pak Kapolda, dan Pangdam, dan saya diminta untuk menyampaikan kepada masyarakat, terima kasih atas ucapan bela sungkawa dan doanya," kata Ganjar saat diwawancara di rumah duka, Rabu (25/3).

Ia juga meminta agar masyarakat turut mendoakan Eyang Noto, panggilan ibunda Jokowi, dari rumah masing-masing agar tidak terjadi kerumunan. Meskipun, kata Ganjar, pihak keluarga memahami keinginan masyarakat untuk memberi penghormatan terakhir untuk Eyang Noto.

"Keluarga akan sangat bahagia dan sangat menghormati jika masyarakat bisa mendoakan dari rumah. Dan doa dari rumah sudah sangat cukup sekali," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers di rumah duka mengatakan ibunya sudah berjuang melawan kanker selama empat tahun terakhir. Ia rutin berobat di RSPAD Gatot Subroto.

"Tetapi memang Allah sudah menghendaki. Atas nama keluarga besar saya ingin memohonkan doa agar segala dosanya diampuni Allah SWT dan husnul khotimah," kata Jokowi.

Pantauan lapangan, rumah duka dijaga ketat oleh aparat TNI dan Paspamres. Akses masuk gang menuju kediaman Eyang Noto sudah ditutup sejak sore tadi. Awak media yang hendak meliput jumpa pers baru diperkenankan masuk sesaat sebelum jumpa pers dimulai.

Protokol kesehatan juga dilaksanakan ketat di kawasan rumah duka. Wartawan diharuskan membersihkan tangan dengan hand sanitizer dua kali. Di mulut gang dan sebelum memasuki area rumah duka. Selama jumpa pers, salah satu petugas berulang kali mengingatkan awak media untuk menjaga jarak agar tidak saling berdekatan. 

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Nusantara

Indonesia Menuju Jurang?

Nusantara

Wakapolda Riau Kunjungi Inhil, Wabup Yuliantini Tekankan Kolaborasi dan Penghijauan

Nusantara

Pramuka Kwarcab 04.02 Ikuti Kegiatan KKRI di Makodim 0314/Inhil

Nusantara

Polda Riau Kerahkan Tim RAGA dan Brimob Jaga Keamanan Masyarakat saat Pemadaman Listrik

Nusantara

Raih Juara 2, Koramil 05/RM Turut Meriahkan Futsal Cup 2026 Polsek Rimba Melintang

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026