Pemprov DKI Jakarta: 42 Tenaga Medis Positif Covid-19

Harijal - Senin, 23 Maret 2020 19:57 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/03/feedd9032020_untitled13.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Suasana RSPI Sulianti Saroso

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan, berdasarkan data dari peta sebaran virus corona (Covid-19) DKI Jakarta sampai Senin (23/03/2020), jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 356 orang. Sebanyak 221 orang dirawat, 22 orang sembuh, 31 meninggal, dan isolasi mandiri sebanyak 82 orang.

Satu catatan penting dari 356 orang positif Covid-19 adalah sebanyak 42 orang di antaranya merupakan tenaga medis. Demikian disampaikan Ketua II Gugus Tugas Covid-19 Prov DKI Jakarta Catur Laswanto dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Senin, (23/03/2020).

Ia juga mengungkapkan jumlah orang dalam pemantauan sebanyak 1.465. Dari jumlah itu, yang selesai dipantau sebanyak 1.064 dan yang masih dalam pemantauan sebanyak 401 orang. Sementara jumlah pasien dalam pengawasan adalah 691 orang.

Lebih lanjut dirinya menegaskan jumlah kasus terus bertambah dari waktu ke waktu. Demi meredam lonjakan kasus masyarakat dihimbau untuk tidak beraktivitas di kerumuman dan selalu menjaga jarak satu sama lain. Masyarakat dimbau untuk tetap di rumah jika tidak ada urusan yang benar-benar penting.

"Saya sampaikan bahwa jumlah kasus dari waktu ke waktu selalu menunjukkan pertumbuhan, itu fakta yang sangat khawatirkan kita semua," imbuhnya.

Meski sudah diberikan imbauan masih saja banyak masyarakat yang melanggar. Padahal diperlukan kerja sama semua pihak agar Covid-19 segera tertangani. Sampai saat ini, imbuhnya, Satpol PP terus bekerja melakukan penutupan pada tempat-tempat hiburan.

"Untuk memastikan bahwa tempat-tempat hiburan yang sebagaimana dimaksud dalam surat edaran betul-betul ditaati," terangnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jika orang tua lebih rentan terpapar Covid-19. Dirinya mengimbau agar orang tua mengurangi kontak langsung dengan orang-orang yang masih berusia muda. Berdasarkan data yang miliki, menurut Anies, sebanyak 59% dari korban yang meninggal usianya di atas 60 tahun.

"Jadi lindungi orang tua kita dengan cara tidak ada kontak langsung secara fisik karena orang tua paling rentan. Artinya ini (orang tua) kelompok paling rentan. Saya meminta semua keluarga untuk melindungi orang tua," ungkapnya.

Anies meminta agar tidak melakukan jabat tangan dan memeluk dengan orang tua terlebih dahulu. Dirinya menegaskan ini hanya untuk sementara waktu saja, sampai masalah Covid-19 selesai tertangani.

"Dengan cara saat ini jangan salaman dengan orang tua dulu, jangan jabat tangan, jangan memeluk orang tua. Kalau kita mencintai orang tua kita wujudkan rasa cinta itu dengan tidak memeluk, dengan tidak menyalami secara fisik," imbuh Anies.

(CNBCIndonesia.com)

Berita Terkait

Nusantara

Indonesia Menuju Jurang?

Nusantara

Wakapolda Riau Kunjungi Inhil, Wabup Yuliantini Tekankan Kolaborasi dan Penghijauan

Nusantara

Pramuka Kwarcab 04.02 Ikuti Kegiatan KKRI di Makodim 0314/Inhil

Nusantara

Polda Riau Kerahkan Tim RAGA dan Brimob Jaga Keamanan Masyarakat saat Pemadaman Listrik

Nusantara

Raih Juara 2, Koramil 05/RM Turut Meriahkan Futsal Cup 2026 Polsek Rimba Melintang

Nusantara

Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026