Begini Sepinya Masjid Terbesar di China

Harijal - Sabtu, 21 Desember 2019 00:08 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/12/6e78bf122019_untitled9.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Masjid terbesar di China (Foto: Yenisafak)

Masjid terbesar di China tampak kosong dari jamaah yang beribadah. Kemungkinan sepinya masjid ini karena represi kebebasan beragama muslim Uighur di Xinjiang.

Seperti dilansir dari Yenisafak, terlihat masjid terbesar di China, yakni Masjid Id Kah di Xinjiang tak terlihat lagi jamaah yang sampai luber ke luar masjid.

Dikenal sebagai masjid terbesar di China, dan berusaha mempertahankan identitas Islamnya dalam beberapa tahun terakhir. Namun mereka tak mampu melawan berbagai aturan dan kebijakan represif.

Kini Masjid Id Kah dan sekitarnya berubah menjadi kota hantu setelah bertahun-tahun ada peningkatan pembatasan beribadah sistematis.

Id Kah berarti tempat perayaan dalam bahasa Mandarin. Masjid yang indah ini sejatinya dapat menampung hingga 10.000 jamaah.

Namun setelah adanya aturan pembatasan masjid, tidak ada seorang muslim Uighur yang dapat beribadah di Masjid Id Kah.

Sejak pengangkatan pejabat setempat Chen Quanguo pada 2016, pembatasan  terhadap jumlah dan akses terhadap masjid dimulai dengan sungguh-sungguh.

Hal ini bisa dilihat ketika kamera pengintai dan penghalang mulai dipasang di pintu masuk masjid dan para jamaah mulai ditandai. Kondisi seperti itu mengakibatkan berkurangnya jamaah yang pergi ke masjid.

Lebih lanjut, menurut Radio Free Asia, hampir 5.000 masjid ditutup di kota itu selama tiga bulan pertama masa jabatan Chen.

Menurut sumber independen, sejak 1997, China telah menutup lebih dari 1.200 masjid di seluruh Xinjiang. Selain itu, ratusan masjid kecil pun ditutup. Beberapa masjid yang ditutup oleh pemerintah kemudian dihancurkan seluruhnya, yang lain diubah menjadi kantor komunikasi untuk Partai Komunis.

Menurut AS dan PBB, sebanyak 1 juta orang atau sekitar 7 persen dari populasi muslim Xinjiang ditahan dalam kamp pendidikan ulang. Namun Beijing menyangkal dengan mengatakan, kamp-kamp di Xinjiang adalah pusat pendidikan kejuruan.

September lalu, Human Rights Watch yang bermarkas di New York merilis sebuah laporan yang menuduh Beijing melakukan kampanye sistematis pelanggaran hak asasi manusia terhadap muslim Uighur di Xinjiang. Kasus ini pun hangat kembali.

Perlu diketahui, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China, kerap disebut juga sebagai rumah bagi banyak etnis minoritas, termasuk di dalamnya adalah orang Uighur Turki yang mana wilayah itu disebut juga dengan nama Turkestan Timur.

(okezone.com)

Berita Terkait

Muslim

Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah di Riau Hari Ini

Muslim

Polda Riau Musnahkan Barang Bukti 22 Kasus Narkotika

Muslim

Ketahanan Pangan Polsek Kandis, Hamparan Jagung Tumbuh Subur dan Berkembang dengan Baik

Muslim

Jusuf Kalla: Krisis Ekonomi dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan, Universitas Harus Hadir Berikan Solusi

Muslim

Penerbangan Pekanbaru-Melaka Dibuka, Tiga Kali Sepekan

Muslim

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan