NU di Maulid: Jangan Sejajarkan Nabi Muhammad dengan Sukarno

Harijal - Jumat, 22 November 2019 04:17 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/11/0cebe8112019_untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Dok. Istimewa)
Ilustrasi.

JAKARTA - Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH. Agoes Ali Masyhuri berpesan untuk umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama, untuk tidak mensejajarkan Nabi Muhammad SAW dengan pemimpin-pemimpin dunia.

Pembandingan Muhammad SAW dan Sukarno jadi perhatian publik setelah disampaikan oleh Sukmawati Soekarnoputri. Perbandingan itu pun memicu protes dari sejumlah kelompok Islam. Bahkan MUI mengadakan rapat khusus membahas pernyataan itu.

"Rasulullah jangan Anda sejajarkan dengan pemimpin-pemimpin revolusioner dunia. Rasulullah jangan Anda sejajarkan dengan Isaac Newton, Thomas Alva Edison, Marconi, Mao Zedong, Mahatma Gandhi, dan Sukarno. Karena Rasulullah SAW, telah diabadikan oleh Alquran," kata Ali saat mengisi tausyiah pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (21/11).

Pernyataan Ali itu pun disambut gemuruh jemaah. Para warga Nahdliyin acara tersebut seraya melantunkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ali mengatakan hanya Muhammad SAW yang bisa menjadi pemimpin yang berjaya semasa hidup dan setelah meninggal dunia. Hal itu, kata Ali, telah diabadikan dalam kitab suci Alquran.

Dia juga mengingatkan Muhammad SAW adalah satu-satunya manusia yang mendapat pujian dari Allah SWT. Mengutip Surat Al-Qalam ayat 4, Ali menyebut Allah memuji Muhammad sebagai sosok yang berbudi pekerti luhur.

"Tidak ada bahasa, tidak ada gubahan sastra, tidak ada bentuk syair dan susunan kata yamg bisa dibuat untuk menggambarkan tentang keagungan dan kebesaran beliau Rasulullah SAW secara pas dan klop, saking agungnya beliau Rasulullah SAW," ucapnya.

Sebelumnya, sebuah potongan video yang menampilkan Sukmawati dalam forum bersama pemuda viral di media sosial. Dalam video itu, Sukmawati berkata, "Mana lebih bagus Pancasila atau Alquran? Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di Abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Ir. Sukarno untuk kemerdekaan?".

Sukmawati sendiri menyebut video yang tersebar di media sosial telah diedit, bukan sepenuhnya seperti yang dia sampaikan. Video editan tersebut kemudian menjadi pemberitaan di sejumlah media. Sukmawati disebut membandingkan jasa Sukarno dan Nabi Muhammad.

"Saya tidak membandingkan, dan tidak ada kata jasa," kata Sukmawati melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (16/11). 

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Muslim

Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah di Riau Hari Ini

Muslim

Polda Riau Musnahkan Barang Bukti 22 Kasus Narkotika

Muslim

Ketahanan Pangan Polsek Kandis, Hamparan Jagung Tumbuh Subur dan Berkembang dengan Baik

Muslim

Jusuf Kalla: Krisis Ekonomi dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan, Universitas Harus Hadir Berikan Solusi

Muslim

Penerbangan Pekanbaru-Melaka Dibuka, Tiga Kali Sepekan

Muslim

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan