Zina, Dosa yang Intai Anak Muda, Begini Cara Tobatnya!

Harijal - Sabtu, 17 Agustus 2019 16:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/08/1d48cc082019_untitled10.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Pedimont Women Center)
Ilustrasi pria bertaubat dari dosa zina

SETIAP manusia pasti pernah melakukan dosa, baik itu disengaja maupun tidak. Banyak dari kita pernah terjatuh ke dalam jurang dosa hingga akhirnya menyesal dalam hidup.

Sebagai umat Muslim, mengakui perbuatan dosa dan kesalahan adalah salah satu hal yang dapat diampuni oleh Allah SWT. Salah satu dosa yang sering dilakukan oleh anak muda adalah berzina. Salah satu kasus yang mencuat baru-baru ini adalah kasus vina garut.

Rasulullah SAW pernah bersabda dalam salah satu haditsnya:

"Setiap manusia pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baiknya orang yang berbuat salah adalah orang yang sering bertaubat" (HR. Tirmidzi)

Kesalahan yang sering dilakukan oleh anak adam adalah berbuat zina. Zina adalah perbuatan bersetubuh antara laki-laki dan perempuan tetapi tidak memiliki ikatan suami-istri yang sah.

Menurut Ustadz Asroni terdapat berbagai hal yang dapat menghilangkan keinginan untuk berzina kembali.

1 Menyesali perbuatan zina

Pertama adalah menyesali atas perbuatan yang pernah dilakukan. Hal ini dilakukan agar manusia sadar bahwa perilaku zina yang pernah dilakukan adalah dosa.

2. Niat tak akan berzina lagi

Kedua, berniat dengan sungguh hati untuk tidak mengulangi perbuatan maksiat. Niat yang sungguh-sungguh akan mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi.

3. Memperbanyak istighfar

 Yang ketiga dengan memperbanyak istighfar kepada Allah SWT. Dengan senantiasa beristighar, dosa, dan kesalahan kita dapat dihapus oleh Allah SWT.

4. Merenungi kesalahan

Merenungi atas kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan dan dampak yang ditimbulkan dari

berbuat zina. Karena melakukan zina bisa merugikan diri kita dan juga orang lain.

5. Berusaha berkumpul dengan orang-orang saleh

Terakhir, berkumpul atau bergaul dengan orang-orang saleh agar menciptakan hati yang tenang dan tidak ada pikiran untuk kembali terjerumus dalam perbuatan zina.

Adapun Hadits tentang zina dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata:

الإيمان نزه فمن زنا فارقه الإيمان ، فمن لام نفسه وراجع راجعه الإيمان

“Iman itu suci. Orang yang berzina, iman meninggalkannya. Jika ia menyesal dan bertaubat,

imannya kembali” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Syu’abul Iman, di-shahihkan Al Albani dalam Takhrij Al Iman, 16)

Hadits lain menjelaskan bagaimana siksa yang dialami oleh orang yang melakukan zina. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah SAW pernah bersabda:

ثَـلَاثَةٌ لَا يُـكَـلّـِمُـهُمُ اللّٰـهُ يَوْمَ الْقِـيَـامَـةِ وَلَا يُـزَكّـِيْهِمْ (وَلَا يَـنْـظُـرُ إِلَيْهِمْ) وَلَـهُمْ عَـذَابٌ أَلِـيْمٌ: شَيْخٌ زَانٍ، وَمَـلِـكٌ كَـذَّابٌ ، وَعَائِـلٌ مُسْتَـكْبِـرٌ

“Ada tiga golongan yang pada hari kiamat kelak, yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak akan mensucikan mereka (tidak akan memandang mereka), dan mereka mendapatkan siksa yang pedih. Yaitu orang tua yang berzina, raja (penguasa) yang pendusta, dan orang miskin yang sombong.” (HR. Muslim no.107).

Maka jangan pernah berputus asa dalam memohon ampunan kepada Allah SWT, masa lalu yang kelam dapat dijadikan sebagai pelajaran agar tidak terulang kembali di masa depan.

"Setiap seseorang yang ia sungguh telah beramal dengan amalan penghuni surga dalam waktu yang lama, kemudian ia menutup hidupnya dengan amalan penghuni neraka. Dan ada seseorang yang ia sungguh telah beramal dengan amalan penghuni neraka dalam waktu yang lama, lalu ia menutup hidupnya dengan amalan penghuni surga" (HR Al-Bukhari)

Setiap amalan tergantung pada akhirnya, selama nafas masih berhembus kesempatan untuk kembali mendekat pada Allah SWT masih terbuka luas.

Hanya saja jangan sampai hal itu menjadi alasan kita untuk terus bermaksiat, sebab kematian akan selalu mengintai kita. Maka teruslah istiqamah menjauhi maksiat dan terus bertaubat kepada Allah.

(okezone.com)

Berita Terkait

Muslim

Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah di Riau Hari Ini

Muslim

Polda Riau Musnahkan Barang Bukti 22 Kasus Narkotika

Muslim

Ketahanan Pangan Polsek Kandis, Hamparan Jagung Tumbuh Subur dan Berkembang dengan Baik

Muslim

Jusuf Kalla: Krisis Ekonomi dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan, Universitas Harus Hadir Berikan Solusi

Muslim

Penerbangan Pekanbaru-Melaka Dibuka, Tiga Kali Sepekan

Muslim

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan