Nama Ustadz Abdul Somad Dibaiat Habib Lutfi Jadi Syekh, Apa Beda Gelarnya?

Harijal - Rabu, 13 Februari 2019 16:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/02/51b503022019_0000untitled7.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Doc.Net)
Ustadz Abdul Somad

Nama Ustadz Abdul Somad atau dikenal dengan julukan UAS kini gelarnya menjadi Syekh Abdul Somad. Sebenarnya apa perbedaan makna dari dua gelar itu?

Bagi pria 41 tahun itu rasanya beruntung ketika berkunjung ke Rois Aam Jamiyyah Ahliththoriqoh Al Muktabaroh An Nahdliyah (JATMAN NU) Habib Luthfi bin Yahya, di Pekalongan, Jateng. Dia mengaku dirinya meminta nasihat dan doa dari ulama besar itu.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Somad sempat dibaiat dan diberi gelar syekh. Kini namanya langsung dikenal sebagai Syekh Abdul Somad.

Ustadz Fauzan Amin menjelaskan, di Indonesia makna ustadz merupakan julukan untuk seorang guru atau pendidik. Sementara di Arab Saudi, ustadz adalah panggilan untuk seorang profesor ahli bidang tertentu.

"Itu kan gelar masyarakat, jadi tergantung pandangan masyarakat. Yang dinilai bukan saja ilmunya, tetapi akhlak dan ketokohannya. Kalau gelar akademis itu harus diuji. Tapi kalau gelar datang dari masyarakat itu sangat relatif," bebernya saat dihubungi Okezone, Senin (11/2/2019).

Ustadz Fauzan Amin menambahkan, untuk gelar atau sebutan syekh, biasanya digunakan oleh para mubaligh keturunan Arab. Atau juga para ulama besar yang ahli agama Islam.

Dia menyebutkan, syekh berasal dari kata Syeikhun yang bermakna tua. Artinya orang yang dianggap tua atau paling senior. Orang tersebut biasanya juga dinilai luas ilmu agamanya.

Adapun beberapa tokoh yang mendapat gelar syeikh seperti Syekh Abdul Qadir Jaelani, Syekh Nawawi Al Bantani, Syekh Khatib Sambas, dan lainnya

"Tapi banyak orang pintar ada yang enggak dipanggil syekh, pengaruhnya biasa saja. Ada pula orang yang ilmunya biasa saja, tapi disegani dan dihormati," tuturnya.

Sejatinya, menurut dia, semua gelar disematkan kepada manusia adalah anugerah dari Allah SWT. Jadi bukan semata ilmu dan prestasi yang kita punya.

(okezone.com)

Berita Terkait

Muslim

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan

Muslim

Enam Jemaah Haji Riau Masih Jalani Perawatan di Batam

Muslim

Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil

Muslim

Wawako Markarius Anwar Lantik 42 Pejabat di Lingkup Pemko Pekanbaru

Muslim

Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Gugur

Muslim

Disketapang Pekanbaru Monitoring Ketersediaan Pangan