Jamaah Haji Diimbau Sudah Berihram sejak Embarkasi

Harijal - Selasa, 31 Juli 2018 21:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/07/baf733072018_0000untitled11.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: AP)
Ilustrasi jamaah haji.

JEDDAH - Layanan kedatangan jalur cepat (fast track) kloter pertama di Bandara King Abdul Aziz Jeddah berjalan lancar. Meski begitu, ada sedikit keterlambatan pemberangkatan jamaah asal JKG-30 karena harus menunggu sebagian jamaah yang masih belum berihram dari embarkasi.

Menanggapi keterlambatan ini, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengharapkan jamaah haji mematuhi imbauan berihram sejak embarkasi.

"Mulai tahun ini telah digunakan jalur fast track untuk mempercepat proses di bandara. Sebaiknya dengan kebijakan jalur khusus, jamaah sudah berihram dari Tanah Air," terang Sri Ilham Lubis di Bandara King Abdul Aziz Jeddah saat melihat langsung layanan transportasi dan katering jamaah haji, sebagaimana dikutip dari situs resmi Kementerian Agama, Senin (30/7/2018).

Saat kedatangan jamaah haji kloter JKG-30 masih ditemukan puluhan jamaah yang belum berihram. Ditengarai jamaah yang belum berihram berasal dari salah satu kelompok bimbingan atau biasa disebut KBIH.

Dengan adanya beberapa jamaah yang belum berihram ini keberangkatan jamaah haji terdapat selisih lebih dari 60 menit antara keberangkatan jamaah yang sudah berihram dengan yang belum.

"Karena ada jamaah yang belum berihram. Tujuan agar fast track menjadi lebih cepat jadi terhambat," tambah Sri Ilham.

Meskipun jamaah haji telah memakai kain ihram sejak di embarkasi, mereka tetap dapat memakai kain selimut, jaket, maupun penutup kepala selama di pesawat karena belum berniat. Setelah mereka tiba di Bandara KAA Jeddah, jamaah baru berniat ihram.

Berkait dengan jamaah haji yang diimbau untuk berihram sejak embarkasi, Kepala Daerah Kerja Airport Arsyad Hidayat telah mengajukan surat ke Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah melalui PPIH Arab Saudi.

"Kami sudah bersurat agar jamaah berihram dari Tanah Air. Khusus JKG-30, saya sudah berkomunikasi dengan PPIH Embarkasi Jakarta-Pondok Gede agar jamaah mematuhi regulasi baru ini. Harapannya tidak ada penumpukan antrean jamaah haji di bandara," ujar Arsyad.***

Berita Terkait

Muslim

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan

Muslim

Enam Jemaah Haji Riau Masih Jalani Perawatan di Batam

Muslim

Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil

Muslim

Wawako Markarius Anwar Lantik 42 Pejabat di Lingkup Pemko Pekanbaru

Muslim

Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Gugur

Muslim

Disketapang Pekanbaru Monitoring Ketersediaan Pangan