Kiat Sehat agar Jamaah Haji Tidak Tersesat di Tanah Suci

Harijal - Selasa, 24 Juli 2018 19:33 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/07/5dff50072018_0000untitled10.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Okezone
Banyak jamaah haji Indonesia tersesat ketika di Tanah Suci.

MAKKAH - Sejumlah kasus jamaah haji tersesat di Tanah Suci bisa disebabkan banyak faktor, salah satunya karena kekurangan cairan atau dehidrasi, dan untuk menghindari itu bisa dengan mengonsumsi air yang cukup. Hal itu sebagaimana dikatakan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan dr Eka Jusuf Singka.

"Biasanya kalau orang sehat dan bugar dan mengalami dehidrasi bisa mengalami kondisi kurang stabil dan mengalami kelupaan sehingga menyebabkan tersesat," kata Eka kepada Media Center Haji di Makkah, Minggu 22 Juli 2018.

Singkat kata, Eka mengajak jamaah haji terus menghidrasi di Tanah Suci yang memiliki karakter suhu kering dan panas hingga bisa mencapai 50 derajat Celsius di pertengahan Agustus atau musim puncak haji.

Kondisi cuaca tersebut bisa membuat tubuh jamaah haji mudah kehilangan cairan, salah satunya melalui keringat yang keluar.

Hidrasi tubuh yang cukup, kata Eka, bisa memicu kebugaran yang prima sehingga jamaah haji bisa beribadah dengan fokus tanpa gangguan kesehatan berarti.

Kasus tersesatnya jamaah haji menjadi salah satu persoalan yang dialami dari tahun ke tahun. Banyak jamaah calon haji Indonesia yang tersesat karena terpisah dari rombongan dan bingung ketika keluar masjid menuju pondokan.

Jamaah tersesat, lanjut Eka, tidak hanya dialami oleh mereka yang sudah lanjut usia, tapi bisa terjadi pada usia muda.

Dengan meminum air yang cukup, lanjut dia, jumlah jamaah tersesat dapat berkurang. Selain itu, jamaah haji agar jangan keluar pemondokan sendiri-sendiri untuk menghindari potensi tersesat karena bisa saling menjaga.

Jika tertinggal rombongan, ucap Eka, agar segera mencari jamaah lainnya asal Indonesia meski berbeda pondokan. Selanjutnya, jamaah bisa mengikuti jamaah tersebut kembali ke pemondokannya untuk kemudian lapor kepada petugas.

"Nanti akan dibantu oleh petugas yang di pondokan untuk diantar ke kelompoknya. Ini adalah strategi yang paling sederhana dan bisa diimplementasikan bila dibantu oleh seluruh pihak, khususnya ketua kloter dan ketua rombongan," jelas dia.

(okezone.com)

Berita Terkait

Muslim

Pimpinan Lapas Narkotika Rumbai Ikuti Pengarahan Dirjenpas Secara Daring

Muslim

Hotspot Riau Bertambah Lagi, Langit Pekanbaru Kembali Diselimuti Asap

Muslim

T. Azwendi: Media Bukan Sekadar Mitra

Muslim

Kolaborasi SEF dengan Kulukis Art, Gelar Pelatihan Desain Kreatif

Muslim

Jangan Sebar Data Pribadi Sembarangan!

Muslim

Polres Dumai Ungkap Peredaran 1.365 Pil Ekstasi