Generasi Milenial Fokus Utama Memakmurkan Masjid

Harijal - Kamis, 05 Juli 2018 21:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/07/74478e072018_0000aaauntitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Dok DMI
Komjen Pol Sjafruddin selaku ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) bersilaturahim ke PP Muhammadiyah.

JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyasar generasi milenial untuk memakmurkan dan memajukan masjid di Tanah Air. Nantinya, mereka akan diedukasi soal keagamaan dan pemberdayaan ekonomi umat oleh para pengajar Muhammadiyah. 

“Program dengan DMI melakukan pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan generasi milenial, misal mereka cerdas. Tapi, jika mereka salah asuh, akan jadi anak egois, tidak peka lingkungan, mereka tidak punya sopan santun, menjadi manusia modul, maka tugas kami dan DMI mengedukasi mereka,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Kamis (5/7). 

Haedar mengatakan, pihaknya memiliki para pengajar yang berasal dari sekolah umum dan madrasah. Dengan begitu, nantinya para pengajar informal ini akan membuat kurikulum untuk para milenial. 

“Kita sedang mengolah model seperti madrasah yang berisi pembinaan masjid dan jamaah untuk generasi milenial agar tidak salah asuh. Ketika mereka (generasi milenial) memasuki paham radikalisme yang menjadi titik rawan, di situ kami mencoba mengedukasi,” ucapnya. 

Ketua Umum DMI Komjen Syafruddin menambahkan, pihaknya memiliki sejumlah program pemberdayaan masjid yang telah berjalan, seperti pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, wisata religi berbasis masjid, dan lain sebagainya. 

“Kami ingin lebih menyinkronkan program ini dengan Muhammadiyah sehingga lebih membumi dan cepat dirasakan masyarakat. Sekaligus agar umat bisa mendapatkan rezeki di samping pahala,” ujarnya. 

(republika.co.id)

Berita Terkait

Muslim

Pimpinan Lapas Narkotika Rumbai Ikuti Pengarahan Dirjenpas Secara Daring

Muslim

Hotspot Riau Bertambah Lagi, Langit Pekanbaru Kembali Diselimuti Asap

Muslim

T. Azwendi: Media Bukan Sekadar Mitra

Muslim

Kolaborasi SEF dengan Kulukis Art, Gelar Pelatihan Desain Kreatif

Muslim

Jangan Sebar Data Pribadi Sembarangan!

Muslim

Polres Dumai Ungkap Peredaran 1.365 Pil Ekstasi