Pohon 1400 tahun ini Jadi Saksi Kisah Kenabian Muhammad

Harijal - Minggu, 27 Mei 2018 13:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/05/3ca07f052018_0000untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
istimewa
Pohon Sahabi yang berusia 1400 Tahun dipercaya saksi kisah kenabian Nabi Muhammad SAW saat ini dilindungi pemerintah Yordania.

POHON ini disebut-sebut sahabi, yang diberkati. Karena pohon sahabi berhasil bertahan hidup di tengah ganasnya gurun Yordania selama 1400 tahun.

Letaknya di bagian utara padang pasir Yordania. Dalam radius ratusan kilometer, tak ada pohon lain yang hidup, menemani sang sahabi.

Pohon sahabi dipercaya sebagai saksi pertemuan biarawan Kristen bernama Bahira dengan Nabi Muhammad SAW.

Tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibn Hisham, Ibn Sa’d al-Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari menceritakan tentang kisah Bahira yang bertemu dengan anak kecil calon rasul terakhir. Saat itu Muhammad baru berusia 9 atau 12 tahun. Ia mengikuti pamannya Abu Thalib dalam perjalanan untuk berdagang ke Suriah.

Bahira bertemu dengan kelompok kafilah tersebut dan mengajak mereka untuk beristirahat. Bahira telah mendapat firasat kalau ia akan bertemu dengan sang nabi terakhir. Diperhatikannya masing-masing tamu. Namun tak satupun di antara mereka yang memiliki tanda-tanda mukjizat.

Ternyata masih ada satu anggota rombongan yang tidak ikut masuk ke tempat Bahira. Muhammad kecil diminta menunggu di bawah pohon untuk menjaga unta-unta.

Bahira takjub menyaksikan bagaimana cabang pohon tersebut merunduk. Bahira pun meminta agar bocah kecil tersebut diajak bersantap. Konon, segumpal awan memayungi Muhammad ke manapun ia pergi.

Dari sanalah sang biarawan yakin kalau pemuda itu memang benar-benar nabi yang sudah diramalkan kedatangannya. Bahira lantas berpesan kepada Abu Talib untuk menjaga pemuda cilik itu, karena kelak ia akan membawa berkah bagi umat manusia. Tetapi tak jarang pula orang yang ingin mencelakakannya.

1400 tahun kemudian, pohon tempat berteduh Nabi Muhammad itu masih berdiri kokoh, menjadi satu-satunya pohon yang bertahan hidup di tengah gurun.

Penemuan kembali pohon sahabi terjadi secara tak sengaja. Menurut situs Last Prophet, Pangeran Ghazi bin Muhammad menemukan manuskrip tentang pohon tersebut ketika memeriksa arsip negara.

Jika dirunut dari naskah-naskah tua tersebut, kemungkinan besar tempat terjadinya pertemuan Bahira dan Muhammad adalah di gurun Yordania.

Sejumlah ilmuwan dan cendekia pun diminta untuk memeriksa area tersebut. Berdasarkan pengamatan mereka, memang benar pohon tua tersebut yang disebutkan dalam catatan Bahira. Namun tentu saja, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan otentisitasnya.

Dilansir Green Prophet, Pangeran Ghazi menyebutkan,"Rasulullah duduk di bawah pohon ini." Dan kenyataan bahwa pohon itu bersedia merundukkan cabang-cabangnya demi Muhammad merupakan bukti mengenai kesaksiannya terhadap kerasulan Muhammad. "Karena itulah kami menyebutnya sahabi dalam bahasa Arab."

Sekarang pohon tersebut dilestarikan oleh pemerintah. Sekelilingnya dilindungi pagar dan keberadaannya dipantau secara rutin.

Namun siapapun masih bisa menyentuh dan berlindung di bawah cabangnya yang senantiasa rimbun.

(merdeka.com)

Berita Terkait

Muslim

Minta Masukan Jurnalis, Syahrul Aidi Fasilitasi Webinar Diskusi Publik Jurnalisme di Era AI

Muslim

Jaga Semangat Ibadah di Usia Senja, Rumah Yatim Salurkan Paket Alat Sholat untuk 20 Lansia Dhuafa di Pekanbaru

Muslim

Hotspot di Riau Bertambah Lagi, Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat

Muslim

Kemnaker dan BAZNAS Perluas Akses Kerja Inklusif bagi Mustahik dan Penyandang Disabilitas

Muslim

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

Muslim

Produksi CPO Riau Tembus 9,4 Juta Ton per Tahun