Putri Mendiang Chef Harada Berhijab, Kisah Hijrahnya Bikin Haru

Harijal - Jumat, 06 April 2018 20:36 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/04/4761e0042018_0000auntitled8.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Instagram)
Ayumi Harada

TAK banyak yang tahu bahwa chef Harada sudah memeluk Islam sebelum meninggal dunia pada 18 Maret 2018 silam. Chef berdarah Jepang-Indonesia itu meninggalkan seorang anak perempuan yang masih belia.

Belum genap sebulan kepergian sang ayah, Ayumi Harada membuat keputusan yang mengejutkan. Bila selama ini ia kerap berpenampilan agak terbuka, kini Ayumi memutuskan berhijab.

Lewat akun Instagram-nya @ayummy426, ia mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan penampilannya terbarunya. Ayumi kini telah menutup auratnya demi menjalankan ketaatan kepada sang pencipta agar menjadi muslimah sejati. Ayumi pun berbagi cerita tentang bagaimana hidayah itu sampai kepadanya.

"Saya masih banyak kekurangan. Ilmu dan ibadah saya masih sangat kurang. Mengenal tentang agama, sayapun masih perlu banyak belajar. Tolong untuk tidak dibandingkan dengan kalian yang sudah jauh lebih dulu mengenal agama saya. Insya Allah saya akan siap dengan apa yang saya pilih," tulis Ayumi.

Ia mengisahkan kalau keputusan ini tak mudah baginya. Ayumi sempat berpikir berkali-kali tentang bagaimana hidupnya ke depan seteleh menutup aurat dan pindah ke negara orang yang asing dengan Islam setelah menikah nanti.

"Sebelumnya, saya berpikir berulang ulang kali sebelum saya memilih. 'yakin saya akan memakainya? Apakah tidak akan saya lepas di tengah perjalanan hidup saya?' Saya akan menikah dan menetap di negara dimana banyak orang tidak mengenal agama saya. Bagaimana nanti anak saya akan di-bully karena ibunya berbeda dengan ibu teman temannya? apakah mereka akan menerima saya," paparnya penuh tanya.

Kemudian Ayumi sadar, ia tak akan pernah menemukan jawaban atas segala pertanyaan itu, apabila ia belum mencoba. "Sepertinya hal itu tidak akan terjawab sebelum saya akan mencoba terlebih dahulu dan mengapa saya harus khawatir tentang hal itu??seharusnya tidak ya. Hidup ini adalah hidup saya, kami yang akan menjalani dan kami mempunyai kepercayaan masing-masing dan cara masing-masing," paparnya.

"Saya ingin mencoba berubah bukan karena siapa siapa, bukan karena Papa, bukan karena nasehat orang lain juga. tapi saya ingin berubah untuk diri saya sendiri. bukan hanya mempunyai status agama Islam tapi saya tidak mengenal Islam. Jujur, saya merasa malu. karena saya tidak tau bagaimana caranya mendoakan orangtua, benar-benar saya merasa malu. Saat ada keinginan saja saya ingat Allah. Saat kesusahan saja saya menyebut nama Allah. Saya menyesali hal itu," sambungnya.

Ayumi pun ingin terus mendoakan sang Papa yang telah tiada dengan menjadi orang yang lebih baik, agar doanya diterima Allah SWT.

"Dan saat ini adalah dimana hati saya masih rapuh dan masih sangat berduka. Saya sedih, sakit dan menangis setiap saya mengingat papa. Sangat sensitif dan sangat emosional. banyak orang menasehati saya untuk berdoa untuk papa. Karena doa anak yang papa perlu sekarang. meskipun sekarang masih perlu bantuan mama untuk didamping sholat. Insya Allah doa saya sampai ke papa dan diterima oleh Allah. Pagi ini saya memutuskan untuk berkerudung," tulisnya.

Setelah keputusan itu ia ambil, Ayumi merasa terharu tentang apa yang terjadi pada dirinya. Bahagia yang ia rasakan berbeda dari bahagia sebelumnya yang belum pernah ia rasakan.

"Saya menangis melihat cermin. Karena berbeda dengan saya yang sebelumnya. Insya Allah ini yang terbaik untuk saya sekarang dan kedepan nya. Amin. Dan saya jauh lebih cantik. HEHE Bercanda kok. Tapi tolong dimengerti, saya pasti akan banyak terkejut, bingung dan susah akan menerima dan tidak bisa menerima. karena saya baru belajar," imbuhnya.

(okezone.com)

Berita Terkait

Muslim

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan

Muslim

Enam Jemaah Haji Riau Masih Jalani Perawatan di Batam

Muslim

Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil

Muslim

Wawako Markarius Anwar Lantik 42 Pejabat di Lingkup Pemko Pekanbaru

Muslim

Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Gugur

Muslim

Disketapang Pekanbaru Monitoring Ketersediaan Pangan