Pengacara Michael Jackson Menjadi Mualaf, Ini Kisah Perjalanan Spiritualnya hingga Memeluk Islam

Harijal - Kamis, 29 Maret 2018 23:31 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/03/8b88e2032018_00000aauntitled14.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Mark Shaffer

SEORANG jutawan sekaligus pengacara terkenal di Amerika Serikat, Mark Shaffer menemukan hidayah yang membawanya memeluk agama Islam pada 17 Oktober 2009. Meski hampir 9 tahun menjadi mualaf, namun kisah perjalanan spritualnya baru terungkap.

Mark Shaffer yang dikenal sebagai pengacara Michael Jackson kala itu sedang berlibur ke Arab Saudi. Ia tertarik mengunjungi beberapa kota terkenal seperti Riyadh, Abha, Jeddah. Selama 10 hari Mark berada di Arab Saudi.

Dilansir dari Englishbanglabulletin24, Senin (26/3/2018), Dhawi Ben Nashir, seorang pemandu wisata yang menemani pria asal Los Angeles itu selama 10 hari, bercerita bahwa Mark sudah tertarik dengan Islam sejak pertama menginjakkan kaki di Arab Saudi. Ia bertanya kepada Nashir tentang Islam dan salat ketika berada di Riyadh selama 2 hari.

Di kota berikutnya Abha dan Al-Ula, Mark semakin menunjukkan ketertarikkanya kala melihat tiga orang pemuda salat di hamparan gurun pasir. "Mark berdecak kagum ketika melihat tiga pemuda salat. Baginya itu merupakan pemandangan fantastis," kata Nashir.

Pada perjalanan selanjutnya ke Al-Juf, rasa penasaran Mark terhadap Islam tak dapat dibendung. Akhirnya ia meminta kepada Nashir untuk membawakannya buku-buku tentang Islam. Permintaan tersebut pun langsung dikabulkan. Nashir cukup yakin Mark membaca semua buku yang ia berikan.

Tak perlu waktu lama, Mark langsung meminta kepada Nashir untuk mengajarinya salat pada esok paginya. Kemudian Nashir mengajari Mark salat dengan mengambil wudhu terlebih dahulu. "Usai salat Mark mengatakan kalau dirinya merasa damai dan jiwanya tentram," sambungnya.

Pada sore hari perjalanan mereka berlanjut menuju Jeddah. Selama perjalanan Nashir melihat Mark begitu serius membaca buku. Pada Jumat pagi mereka tiba dan menyempatkan mengunjungi kota tua. Sebelum lanjut ke lokasi lain, Nashir memita izin untuk melaksanakan salat Jumat. Namun, tak disangka Mark malah ingin ikut karena ingin menyaksikan pelaksanaa salat Jumat secara langsung.

"Saya salat di luar karena masjid penuh dan jamaah meluap. Mark menyaksikan itu tak jauh dari masjid. Saya melihat Mark serius mengamati orang-orang. Selesai salat kami semua berjabat tangan dan saling berpelukan dengan wajah berseri-seri. Mark sangat terkesan," ungkap Nashir.

Setibanya di hotel, Mark menyatakan ingin menjadi seorang Muslim. Hal ini disambut baik oleh Nashir, ia langsung meminta Mark mandi, kemudian membimbing mengucapkan syahadat. Lalu Mark salat dua rakaat dan menyatakan ingin mengunjungi Masjidil Haram di Makkah dan melakukan salat di sana sebelum meninggalkan Arab Saudi.

Agar Mark diizinkan masuk ke kota suci itu, Nashir datang Pusat Dakwah di Jeddah untuk mendapatkan bukti resmi bahwa Mark sudah memeluk Islam. Setelah mengunjungi kota Makkah, Mark semakin mantap dan yakin bahwa Islam adalah agama yang benar dan ia berjanji ingin terus mempelajari Islam lebih dalam.

(okezone.com)

Berita Terkait

Muslim

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan

Muslim

Enam Jemaah Haji Riau Masih Jalani Perawatan di Batam

Muslim

Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil

Muslim

Wawako Markarius Anwar Lantik 42 Pejabat di Lingkup Pemko Pekanbaru

Muslim

Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Gugur

Muslim

Disketapang Pekanbaru Monitoring Ketersediaan Pangan