Kisah Dokter yang Ditolak Kerja karena Berhijab

Harijal - Kamis, 08 Maret 2018 22:32 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/03/861e42032018_00000aauntitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Stepfeed)
Ilustrasi dokter hijab

SEORANG wanita Mesir yang tinggal di Jerman terkejut saat mendapat respon dari institusi kesehatan tempatnya melamar pekerjaan. Balasan itu sangat menyinggung hatinya karena berkaitan dengan hijab.

Wanita yang menyembunyikan identitasnya itu menerima surat elektronik balasan dari instistusi kesehatan yang terletak di Alsdorf, Jerman. Awalnya ia mengira akan menerima kabar gembira, tetapi yang terjadi justru lebih buruk dari yang ia bayangkan.

Berbicara kepada HuffPost Arab, dokter itu kaget ketika email balasan itu menulis alasan bahwa permohonan lamaran pekerjaannya ditolak karena ia menggunakan hijab.

“Sejak tiba di Jerman saya sudah beberapa kali mengirim dokumen lamaran pekerjaan. Tapi kali ini saya mendapat tawaran bekerja. Ketika saya menerima tawaran itu dengan mengirim dokumen pribadi untuk diperiksa, tapi mereka justru membalas dengan sangat menyakitkan,” ungkapnya.

Kemudian wanita tersebut membalas surat yang membuat hatinya kecewa. “Mengapa kalian mengirimkan tawaran pekerjaan kepada saya, tapi tidak ada tempat untuk wanita berhijab? Ini satu-satunya penolakan yang sangat rasis yang pernah saya terima,” tulisnya.

Wanita ini tidak terima karena ia tahu negara tersebut tidak diperbolehkan ada diskriminasi. Undang-undang di Jerman terkait persyaratan kerja tidak memperbolehkan pencari kerja menolak pelamar kerja karena alasan etnis, gender, agama, usia, disabilitas, jenis kelamin, dan termasuk orientasi seksual. Itu artinya institusi tersebut telah melanggar aturan anti diskriminasi. Atas kejadian ini dokter berhijab tersebut melaporkan kejadian ini ke polisi.

Sementara itu, Abdul Rahman Ashour, kepala sindikat kepolisian yang menerima laporan wanita itu menyatakan bahwa pihak kepolisian telah bereaksi atas kejadian tersebut. Menurut mereka ini adalah pelecehan secara verbal terhadap seorang wanita.

Ini bukan pertama kalinya terjadi kasus diskriminasi. Hal serupa pernah terjadi di Jerman dua tahun yang lalu. Seorang dokter muslim juga ditolak bekerja sebagai dokter gigi.

Sebuah survei tahun 2016 yang dilakukan di negara Eropa bahwa penolakan kerja terhadap muslim memang biasa terjadi di Jerman. Wanita berhijab tidak hanya menghadapi diskriminasi di Jerman. Di negara-negara di seluruh Eropa, wanita Muslim yang mengenakan jilbab juga mengalami kesulitan mendapat dan mempertahankan pekerjaan mereka. Demikian dilansir dari Stepfeed, Rabu (7/3/2018). (dno)

(sumber: okezone.com)

Berita Terkait

Muslim

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan

Muslim

Enam Jemaah Haji Riau Masih Jalani Perawatan di Batam

Muslim

Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil

Muslim

Wawako Markarius Anwar Lantik 42 Pejabat di Lingkup Pemko Pekanbaru

Muslim

Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Gugur

Muslim

Disketapang Pekanbaru Monitoring Ketersediaan Pangan