Serunya Wisata Masjid Jamek Kuala Lumpur, Serasa di Masjid Nabawi

Harijal - Sabtu, 24 Februari 2018 19:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/02/f5f0f3022018_0000auntitled5.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Dada Sathilla/Okezone)

SERINGKALI masjid tak hanya dikunjungi mereka yang ingin beribadah, namun juga menarik kunjungan para turis.

Sama halnya di masjid Jamek, salah satu masjid tertua di Kuala Lumpur yang selalu sukses dikunjungi banyak turis berkat keindahan arsitekturnya. Masjid Jamek bahkan memiliki area salat di ruang terbuka yang mirip dengan masjid Nabawi di Madinah.

Saya mengunjungi masjid Jamek beberapa hari lalu kala kembali berkunjung ke Kuala Lumpur, Malaysia. Masjid terletak dekat dengan stasiun LRT masjid Jamek jadi bisa dicapai dengan naik kereta LRT atau cukup naik bus wisata gratis KL Go dari KL sentral. Tinggal jalan kaki beberapa menit dari stasiun LRT atau halte bus.

Masjid yang berada di pertemuan sungai Klang dan Gombak ini bernama lengkap masjid Jamek Sultan Abdul Samad. Jamek berasal dari bahasa arab ''Jamak", sementara sultan Abdul Samad adalah sultan Selangor keempat.

Masjid diberi nama sesuai nama sultan Selangor karena dibangun di atas tanah yang merupakan bagian dari negara bagian Selangor.

Faktor penarik kedatangan turis salah satunya karena gaya bangunan masjid yang unik serta memikat. Berada di Malaysia yang termasuk kawasan Asia Tenggara namun masjid Jamek berciri khas arsitektur Moorish. Biasanya gaya arsitektur Moorish umum ditemukan di bangunan atau masjid peninggalan bangsa muslim Moorish dari Afrika Utara di Spanyol. Hal ini ternyata karena arsitek yang membangun masjid Jamek, Arthur Benison Hubback, terinspirasi dari gaya bangunan Moorish atau Mughal India.

Masjid Jamek yang dibangun pada tahun 1909 didominasi oleh warna merah bata dan putih, berdinding batu bata, memiliki 2 menara serta 3 kubah berwarna putih. Bagian masjid memiliki banyak gerbang melengkung yang menjadi ciri khas arsitektur Moorish.

Hal unik lainnya adalah halaman masjid yang ditutupi atap yang mirip dengan masjid Nabawi di Madinah. Cantik banget.

Salah satu saat terbaik mengunjungi masjid Jamek adalah saat malam hari karena masjid terlihat bersinar biru dari pancaran cahaya LED. Lebih indah lagi saat dilihat dari tepi sungai. Dengan segala keindahannya pantas saja bila masjid Jamek selalu dikunjungi para turis, tak cuma umat muslim saja.

Masjid Jamek juga memiliki kolam cantik yang digunakan sebagai tempat berwudhu. Bila ingin mengunjungi masjid Jamek, pastikan memakai pakaian yang tertutup di bagian lengan dan kaki.

Perempuan diharuskan menutup kepala. Namun telah disediakan jilbab bagi yang tak memakai penutup kepala. Jangan lupa berkunjung saat masjid buka ya. Serunya lagi, disediakan tur bersama pemandu secara cuma-cuma bagi turis yang berkunjung. Seru banget ya wisata masjid di Kuala Lumpur !

(okezone.com)

Berita Terkait

Muslim

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan

Muslim

Enam Jemaah Haji Riau Masih Jalani Perawatan di Batam

Muslim

Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil

Muslim

Wawako Markarius Anwar Lantik 42 Pejabat di Lingkup Pemko Pekanbaru

Muslim

Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Gugur

Muslim

Disketapang Pekanbaru Monitoring Ketersediaan Pangan