Kewajiban Orangtua Memenuhi Gizi Anak Menurut Para Ahli dan Alquran

Harijal - Rabu, 24 Januari 2018 20:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/01/dcba92012018_0000akewajibanorangtuamem.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi (Foto: Pexels)

MASALAH gizi yang sebagian besar terjadi pada balita dan anak-anak memasuki babak yang mengerikan saat ini. Beberapa daerah di Indonesia masih memiliki angka gizi buruk yang tinggi, salah satunya Kabupaten Asmat, Papua.

Berbagai faktor yang bisa menimbulkan masalah gizi pada anak-anak, salah satunya ialah kurangnya pengetahuan orangtua terhadap kecukupan gizi anak. Padahal, orangtua menjadi dua orang terdekat anak yang berperan sebagai penyedia makanan bergizi seimbang bagi anak di rumah.

“Di sini peran keluarga sangat penting, terjadinya gizi buruk berawal dari keluarga yang tidak bisa mencukupi kebutuhan gizi bagi anak-anaknya. Akibatnya bisa memunculkan stunting yang tidak bisa dihindarkan,” ucap Dr.Mursidah Thahir dari PP. Muslimat Nahdatul Ulama (NU) dan anggota komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pemaparannya diacara Peringatan Hari Gizi Nasional 2018, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

 (Baca Juga: Miris! Indonesia Memiliki Angka Stunting Terbesar ke-5 di Dunia)

Dalam Agama Islam pula ada sebuah ayat dalam Alquran yang menjelaskan kewajiban umat Islam untuk takut pada Allah dan larangan untuk meninggalkan anak-anak dalam keadaan lemah. Ayat tersebut tertuang dalam Surat An-Nisa ayat 9 seperti yang tertulis di bawah ini.

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ

وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya:

“Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar.”

Serupa dengan Dr.Mursidah Thahir, Prof. Dr. Dodik Briawan MCN, seorang pengajar dan peneliti Departemen Gizi Masyarakat, FEMA IPB menyampaikan dalam pemaparannya, intervensi gizi perlu dilakukan dalam bentuk edukasi pada masyarakat khususnya para orangtua secara berkesinambungan. Ia juga mengatakan orangtua harus paham kebutuhan nutrisi anak-anaknya sejak dalam kandungan.

“Orangtua harus paham betul kebutuhan nutrisi anak, makanan yang baik dan tidak baik, tidak terpengaruh gaya hidup yang serba instan serta iklan-iklan produk makanan anak yang kadang menjanjikan hal yang berlebihan,” jelasnya.

Selain Dodik, Dr. Damayanti Rusli S, SpAK, Phd, dokter anggota UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik PP IDAI, menjelaskan buruknya asupan gizi yang dialami bayi sejak dalam kandungan hingga berumur dua tahun bisa menyebabkan stunting atau badan terlalu pendek pada balita, rendahnya tingkat kecerdasan anak, hingga peluang kerjanya lebih kecil.

Untuk itu, orangtua harus memenuhi gizi seimbang mulai dari masa hamil hingga anak berusia 2 tahun setelah lahir. Pasalnya, investasi gizi pada 1000 hari pertama kehidupan merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar.

“Permasalahan gizi tidak hanya akan mengganggu perkembangan fisik dan mengancam kesehatan anak, tapi juga dapat menyebabkan kemiskinan. Pertumbuhan otak anak yang kurang gizi tidak akan optimal sehingga akan berpengaruh pada kecerdasannya di masa depan. Dengan demikian, peluang kerja dan mendapatkan penghasilan lebih kecil pada anak stunting,” tandas Dr. Damayanti.

(okezone.com)

Berita Terkait

Muslim

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor 10 TKP Diringkus Polsek Senapelan

Muslim

Enam Jemaah Haji Riau Masih Jalani Perawatan di Batam

Muslim

Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil

Muslim

Wawako Markarius Anwar Lantik 42 Pejabat di Lingkup Pemko Pekanbaru

Muslim

Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Gugur

Muslim

Disketapang Pekanbaru Monitoring Ketersediaan Pangan