Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Ajarkan Komunikasi Orangtua dengan Anak

Harijal - Senin, 12 September 2016 22:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/09/e3212b092016_0000kisahnabiibrahimdanismailajarkankomunikasiorangtuadengananakl9ctuc2djm.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ketua KPAI, Asrorun Ni’am

JAKARTA - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Ni’am mengajak para orangtua untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim dalam momen Idul Adha. Baginya, pelajaran terpenting dari ibadah kurban adalah mendudukkan kecintaan kepada dunia, harta dan anak secara proporsional serta seimbang antara cinta dan tanggung jawab.

"Kisah Ibrahim AS memberikan keteladanan kepada kita pentingnya mendengar pendapat anak. Cara komunikasi orangtua dengan anak dibangun dengan cara dialogis, dan memandang anak sebagai makhluk unik, yang memiliki rasa serta pandangan,” katanya, Senin (12/9/2016).

Nabi Ibrahim sadar mimpinya adalah wahyu dari Allah SWT, namun tetap mengkomunikasikannya kepada Nabi Ismail. “Hasil didikan dari keluarga yang baik menghasilkan generasi yang baik dan taat,” ungkapnya.

Walau demikian, tidak selamanya kondisi harmonis terus terjaga dalam lingkup keluarga. Menurut Ni’am, komunikasi yang baik antaranggota keluarga menjadi salah satu kiat sukses dalam kehidupan rumah tangga, dengan mengedepankan dialog dan musyawarah.

“Dalam proses kehidupan, termasuk dalam rumah tangga, tidak akan lepas dari masalah dan problematika. Ketabahan dan kesabaran Ibrahim dan Ismail dalam menghadapi cobaan dan musibah patut kita contoh dan kita teladani yang merupakan kesediaan dan keikhlasannya untuk mengorbankan apa saja dalam melaksanakan pengabdian bila pengorbanan itu dibutuhkan. Ujian yang diberikan berfungsi untuk meninggikan derajat kita, jika kita mampu melewatinya,” jelasnya.

Di sisi yang lain, juga menjelaskan pola ideal relasi hubungan antaranggota keluarga, yang harus saling mendukung dan menjalankan tanggung jawabnya. Orangtua punya tanggung jawab pengasuhan secara baik, berikhtiar untuk memberikan rizki yang halal, dan memberikan pendidikan yang baik, dengan cara yang baik juga.

“Sosok Ibu juga menjadi faktor penting membangun kesuksesan rumah tangga, dengan senantiasa menjalin komunikasi, serta tidak mudah terhasut oleh pihak ketiga. Tidak jarang, pertahanan diri dalam urusan integritas seseorang, semisal urusan bisnis atau pekerjaan kantor jebol melalui istri. Kombinasi ayah hebat, taat, dan demokratis serta ibu yang ulet, beriman, gigih, tahan fitnah dan hasutan akan mengantarkan kondisi harmonis dan situasi ideal dalam pengasuhan n perlindungan anak,” tutup Ni`am.

 

(qlh/okezone)

Berita Terkait

Muslim

Pemulangan Jamaah Haji Kloter 07 Inhil Siap Dikoordinasikan

Muslim

Dukung Swasembada Pangan, Personil KSKP Polres Inhil Beri Penyuluhan ke Peternak

Muslim

Sepakat! Kecamatan Pulau Burung Tuntaskan Tapal Batas Desa, Jadi Percontohan di Inhil

Muslim

Wako Agung Nugroho Launching Logo HUT Pekanbaru Ke-242, Ini Maknanya

Muslim

Terbitkan SP3 Dugaan Pemerasan dan Penggelapan, Kapolri hingga Jajaran Polda Lampung Dipraperadilankan di PN Jaksel

Muslim

Jeritan Transmigran Air Balui, Menuntut Keadilan di Tengah Sengkarut Agraria