Berdoa di 3 Lokasi Masjidil Haram Ini, Paling Mustajabah!

Harijal - Senin, 14 Agustus 2017 10:48 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/08/5dfdd3082017_0000doadimasjidilharam.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Rani/Okezone)
Ilustrasi suasana jamaah haji di Makkah

MAKKAH - Masjidil Haram adalah masjid paling mulia di muka bumi. Masjid yang terdapat di Kota Makkah ini menjadi masjid impian bagi umat muslim.

Banyak umat muslim yang ingin melaksanakan ibadah salat 5 waktu, umrah dan haji, serta sunnah lainnya di masjid yang dibangun oleh Nabi Ibrahim ini.

Menurut Konsultan Bimbingan Ibadah Haji PPIH Prof Aswadi, keutamaan salat di Masjidil Haram adalah setiap kebaikan yang dilakukan maka ditingkatkan 100.000 kali. Sementara di Masjid Nabawi Madinah 1.000 kali. Sedangkan di Masjid Aqsa ditingkatkan 500 kali.

"Jadi Masjidil Haram yang paling besar fadilahnya," ujarnya.

Menurutnya, hampir semua tempat di Tanah Haram atau kota adalah multazam. Namun, keutamaan di Majidil Haram memiliki tempat mustajabah atau tempat dikabulkannya doa-doa.

"Yakni di antara Hajar Aswad dan pintu Kakbah, Hijr Ismail dan makom Ibrahim. Itu mustajabah," ujarnya.

Guru Besar Sunan Ampel ini juga menjelaskan, masuk ke Masjidil Haram yang terdapat Baitullah di dalamnya memang harus dalam kondisi hati yang aman dan damai. Jamaah juga harus berprilaku dengan nilai-nilai yang baik.

Diharapkan, lanjutnya, dengan dengan nilai suci memasuki ke Masjidil Haram, jamaah bisa mengimplementasikannya ke sendi-sendi kehidupan. "Jadi ketika pulang haji, harapannya ada kebersihan batin, menjadi lebih baik lagi," ungkapnya.

Masjidil Haram berlokasi di Kota Makkah. Secara geografis, Kota Makkah terletak di sebelah barat Kerajaan Arab Saudi di Tanah Hijaz, dikelilingi gunung-gunung yang menjulang tinggi, dan berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut.

Kota ini terlerak sekira 400 meter ke arah barat daya Kota Madinah atau sekira 120 kilometer dari arah timur Kota Thaif, atau sekira 72 km dari arah Kota Jeddah dan Pantai Laut Merah.

Makkah dipimpin oleh seorang wali kota atau disebut amir. Pengangkatannya dilakukan dan disahkan oleh Raja Saudi yang dibantu Majelis Dewan Kota, terdiri dari 14 tim yang berjumlah 14 orang. Makkah juga merupakan ibu kota provinsi, meliputi beberapa kota besar di sekitarnya.

Dikutip dari ‘Buku Cerdas Haji dan Umrah, Mabrur itu Mudah dan Indah’ karya Dr Muhammad Syafii Antonio M.Ec, Makkah merupakan kota suci yang namanya sering disebut di kitab suci Alquran. Perkataan Makkah dapat berarti ‘tamuk al fajir’ atau ‘tukhrijuhu wa tuhlikuhu’, yang bermakna ‘terusir orang kafir’, sebagaimana disebutkan dalam Alquran (Al Fath, 48:24).

(muf/okezone)

Berita Terkait

Muslim

Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas

Muslim

Inovasi Wali Kota Agung Genjot PAD, Pemprov Minta Daerah Lain Berdayakan PKK

Muslim

Lantik 215 Kepala Sekolah, Bupati Kasmarni Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Pungli PPDB

Muslim

Bawa Pasien dari Bagansiapiapi, Ambulans Kecelakaan di Tol Permai, Tiga Tewas

Muslim

Tolak Titipan, PWI Pekanbaru Siap Dampingi Pemko Kawal SPMB 2026/2027

Muslim

Kepala Daerah Didorong Maksimalkan Forum DPR RI Dapil Riau untuk Akses APBN