Terungkap! Angin Sanggup Pengaruhi Gelombang Laut dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Harijal - Rabu, 09 Agustus 2017 07:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/08/6da534082017_0000anginsangguppengaruhi.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi (Foto: Reuters)

Ayat Alquran mengisyaratkan adanya hubungan langsung antara tiupan angin dan terbentuknya gelombang laut. Para ahli ilmu kelautan mengatakan terbentuknya gelombang laut disebabkan oleh tiga hal yang memengaruhi iklim. 

Tiga hal tersebut antara lain angin, pergerakan pasang surut air, dan gempa. Fakta ini sesuai dengan salah satu ayat Alquran, seperti diungkap dalam buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah.

"Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur," Surah Yunus Ayat 22.

Adapun pada ayat Alquran yang lain, mengungkap bahwa gelombang laut takkan muncul ketika angin dalam keadaan tenang. "Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur," bunyi Surah Asy-Syura Ayat 33. 

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa gelombang laut tidak akan ditemukan di daerah-daerah khatulistiwa, sehingga membuat kapal layar tidak bergerak.

Hal itu disebabkan oleh tingginya tekanan udara di daerah tersebut. Kesimpulan ilmiah ini sesuai dengan pemaparan ayat kedua di atas. 

Dari sini terlihat bahwa Alquran yang diturunkan sejak 14 abad lalu telah mengungkap fakta-fakta sains yang baru ditemukan pada zaman modern saat ini. 

Tidak hanya terkait angin yang memengaruhi gelombang atau ombak di laut, tetapi juga mengungkap gelombang yang terjadi di dalam laut. Fakta adanya kegelapan dan gelombang yang ada di laut dalam dikemukakan para peneliti pada 1900. 

"Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun," Surah An-Nur Ayat 40.  

Ketika diminta memberikan komentar pada ayat di atas, Prof Durga Rao, seorang ahli geologi kelautan yang juga seorang profesor di Universitas King Abdul Aziz di Jeddah, mengatakan bahwa para ilmuwan sepakat dengan hal tersebut. 

Untuk meneliti kegelapan di kedalaman lautan, ilmuwan tentunya dibantu dengan alat modern. Pada kedalaman lebih dari 20-30 meter, manusia tidak akan mampu menyelam tanpa alat bantu. 

Pada kedalaman 200 meter, manusia tidak akan mampu bertahan hidup. Prof Durga Rao mengatakan bahwa Surah An-Nur Ayat 40 tidak merujuk pada semua lautan, karena tidak seluruhnya dapat dideskripsikan memiliki akumulasi kegelapan yang berlapis. Ayat tersebut merujuk terutama pada laut atau samudera yang dalam. 

Bagian dalam dan luar laut dipisahkan oleh gelombang. Gelombang bagian dalam laut menutupi perairan dalam laut dan samudera karena perairan dalam memiliki kerapatan yang lebih tinggi dibandingkan perairan di atasnya.

(ahl/okezone)

Berita Terkait

Muslim

Sambu Group Jajaki Kolaborasi Strategis dengan PWI Riau

Muslim

Panglima TNI Hadiri Pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026

Muslim

Gandeng Big Tech Hingga Festival UMKM, PWI Fest 2026 Siap Digelar di Jakarta Desember Mendatang

Muslim

Dua Siswa UPT SDN 024 Tarai Bangun Sabet Medali di Kejuaraan Siak Open Karate Championship 2026

Muslim

Polda Riau Musnahkan Narkoba Rp69,7 Miliar, Gagalkan Jaringan Internasional

Muslim

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis dan Petani Bersama Merawat Kesuburan Tanaman Jagung