SAAT ini konflik tengah berkecamuk di Al-Quds, yang di dalamnya terdapat kompleks Masjidil Aqsa. Masjid kedua yang ada di dunia tersebut merupakan saksi sejarah bagi umat Islam, salah satunya ialah peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Namun, dalam kompleks Masjid Al-Aqsa, tidak hanya terdapat situs yang bisa dikunjungi oleh Umat Islam. Ada juga beberapa objek yang dapat disambangi dan dijadikan tempat untuk berwisata religi. Daerah yang menjadi tujuan wisata utama oleh tiga golongan keyakinan di dunia yaitu Islam, Kristen dan Yahudi tersebut sangat menarik untuk ditengok sebelum konflik memanas seperti sekarang.
“Dulu, sebelum konflik terjadi seperti sekarang ini, Kompleks Masjid Al-Aqsa aman untuk dikunjungi, kota tersebut sebagian besar pengunjungnya berkeyakinan Islam, Kristen dan Yahudi. Namun, untuk sekarang sebaiknya jangan mengunjungi Kompleks Masjid Al-Aqsa dulu,” ucap Dr. Joserizal Jurnalis, Medical Emergency Resource Committee (MER-C), kepada Okezone. Adapun objek wisata religi yang umumnya dikunjungi sebelum terjadi konflik di Al-Quds ialah Masjid Al-Aqsa, Dome of The Rock dan Westren or Wailing Wall. Masih ada tempat-tempat lainnya yang dapat disambangi di kota tersebut, seperti Tower of David dan Bukit Zaitun.
Dome of The Rock
Berdasarkan yang tertulis di laman Googled Israel, Selasa (25/7/2017), objek yang paling ikonik di Yerusalem ini berdiri di puncak Gunung Bait Suci. Wisatawan yang menyambangi Dome of The Rock dapat menikmati pemandangan kota dari ketinggian. Berjalan-jalan di sekitar alun-alun kubah batu. Dome of The Rock juga merupakan jantung kota bagi Yerusalem sekaligus memiliki makna religius yang mendalam bagi wisatawan yang meyakininya.
Wailing Wall
Wailing Wall yang artinya tembok ratapan ini merupakan salah satu objek yang juga jadi tujuan wisatawan khususnya orang Yahudi. Ketika berada di Wailing Wall, wisatawan akan merasakan hati terasa bergetar karena banyak ditemui orang-orang yang berdoa di dinding. Nilai sejarah yang dimiliki oleh tembok ratapan membuat para penggemar wisata sejarah menyukai berkunjung ke Wailing Wall.
Masjid Al Aqsa
Ketika berada di Masjid Al-Aqsa wisatawan khususnya umat Islam dapat beribadah di masjid kedua yang dibangun di dunia tersebut. Masjid Al Aqsa memiliki ruangan yang luas dengan daya tampung 4000 jamaah. Pemandangan di Masjid Al Aqsa juga dipercantik dengan adanya taman, air mancur dan kubahnya yang indah, sehingga para pengunjung akan terkesan saat melihat masjid ini, dikutip dari See The Holyland.
Oleh karena kawasan ini disebut sebagai The Holyland, maka hampir semua kegiatan yang dilakukan oleh wisatawan adalah kegiatan peribadatan dan doa.
Tower of David
Menara yang ada di Kompleks Masjid Al-Aqsa ini tampilannya sangat menawan dari segala penjuru. Dari kejauhan, wisatawan dapat menikmati keindahan tembok tua, dan di malam hari ada pertunjukan yang spektakuler sehingga wisatawan bisa terhipnotis. Bagi wisatawan yang memiliki tenaga ekstra juga bisa menaiki puncak untuk menyaksikan pemandangan terbaik Yerusalem.
Bukit Zaitun
Tempat ini nampak seperti perpaduan yang sempurna antara budaya Timur Tengah dan Yunani. Jika wisatawan ingin melihat pemandangan terbaik Kota Yerusalem, dakilah Bukit Zaitun. Namun, wisatawan harus berhati-hati karena medan pendakian agak curam hingga puncak, seperti yang dituturkan laman Igoogled Israel.
Cara Masuk ke lokasi Masjid Al Aqsa
Bagi wisatawan yang berminat untuk menyambangi kawasan ini dapat masuk dari Israel. Pasalnya, akses ke Yerusalem dan West Bank dikendalikan oleh Israel, dan melalui Bandara Tel Aviv atau Jembatan Raja Hussein (Allenby Crossing) yang berada di Yordania.
Namun, perlu diketahui juga, wisatawan yang beragama Islam, harus tiba di Bandara Tel Aviv setidaknya 3 jam lebih awal ketika tiba di Israel untuk menjalani semua pemeriksaan keamanan terlebih dahulu. Setibanya di meja imigrasi, semua pelancong yang berkeyakinan Islam, memiliki nama bernapaskan Islam atau berasal dari Timur Tengah dan India, pasti diarahkan ke ruang tunggu untuk menunggu seorang petugas yang akan mewawancarai pelancong selama beberapa jam, dan kemungkinan besar wisatawan akan ditanya hingga dua kali.
Sementara, bila masuk dari Jembatan Raja Hussein (Allenby Crossing), wisatawan harus naik bus dari Amman ke Allenby Crossing. Namun, sayangnya melewati jembatan ini wisatawan akan dikenakan pajak yang dibayarkan berkali-kali, dikutip dari Visit Masjid Al-Aqsa.
Setibanya di kawasan Kompleks Masjid Al-Aqsa, pengunjung dapat masuk melalui Mughrabi Gate di dekat Western Wall. Tidak dipungut biaya tiket masuk untuk mengunjungi kawasan tersebut. Tapi, wisatawan perlu mengetahui, kawasan bersejarah ini hanya dibuka pada waktu yang tertentu saja.
Senin hingga Kamis, pada musim dingin dibuka mulai 7.30-10.30 pagi hari dan 12.30-13.30. Sedangkan pada musim panas baru mulai dibuka pada 8.30-11.30 dan 13.30-14.30. Kawasan kompleks Al-Aqsa ditutup pada Jumat dan Sabtu. Pintu masuk pun terkadang ditutup tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, walau dijadwalkan buka pada saat itu.
Aturan lainnya yang harus wisatawan patuhi ialah perihal pakaian. Pengunjung pria dan wanita harus berpakaian sopan ketika datang berkunjung. Selain itu, wisatawan juga tidak diperkenankan membawa senjata jenis apapun saat berada di kompleks Masjid Al-Aqsa, sebagaimana dituturkan Tourist Israel.
(ful/okezone)