Puasa Komentar ala Rasulullah

Harijal - Sabtu, 22 Juli 2017 16:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/07/6d23ad072017_00000puasarasullullah.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ist.

Di tengah merajalelanya hoax dan bully, kisah Rasul ini dapat kita teladani. Puasa untuk tidak berkomentar asal-asalan diajarkan oleh Nabi kita. 

Di tengah Gelombang kontroversi negeri ini, puasa Komentar ini penting. Begini ceritanya, kita pasti tahu dengan kasus difitnahnya Aisyah Istri Rasul dalam isu selingkuh dengan sahabat Shafwan Bin Mu’aththol Al Sulami. Fitnah ini disebarkan dedengkot kaum munafik, Abdullah Bin Ubay Bin Salul. 

Uniknya, Rasulullah sebagai pemimpin besar tidak membuat komentar macam-macam dalam menyikapi masalah ini. Rasul justru membangun musyawarah dengan meminta pendapat para sahabatnya di antaranya Ali Bin Abi Thalib dan Usamah Bin Zaid. 

Usamah Bin Zaid menjawab “Aisyah adalah istrimu dan kami tidak mengetahui kecuali yang baik-baik saja dari beliau”. Sementara Sayyidina Ali Bin Abi Thalib memberi usul menarik secara psikologi sosial. Ali menyarankan Rasul agar meneliti sejarah kondisi kejiwaan dan mental Aisyah dengan cara menanyai Bariroh, pelayan Rasul, bagaimana sebenarnya kepribadian Aisyah itu. 

Ternyata Bariroh menjawab bahwa Aisyah tak memiliki kelainan Jiwa sama sekali termasuk indikasi perbuatan serong. Kesalahan Aisyah menurut Bariroh yang pernah diketahuinya hanyalah satu yaitu Aisyah tertidur ketika menunggu adonan gandum sehingga adonan gandum itu dimakan kambing. Cara Rasul ini begitu bijak, Rasul tak mengomentari isu yang dilemparkan kaum munafik namun menerapkan cara istimewa yang spesial, sosial historis dan berdimensi stabilitas politik. Inilah puasa bicara ala Rasul, puasa komentar yang menarik. 

Perlu diketahui bahwa dalam kasus ini, wahyu tak turun selama sebulan kepada Rasul. Rasul dan juga Sayyidina Abu Bakar tak langsung menyangkal berita bohong itu, padahal rasul dan Sayyidina Abu Bakar jelas mengerti betul watak Aisyah Ummul Mukminin dan Sahabat Sofwan yang ikut dalam perang Badar. Baik Aisyah maupun Shofwan merupakan dua tokoh yang terkenal kredibilitas kebaikan, kejujuran dan kesalehannya.

(ful/okezone)

Berita Terkait

Muslim

Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus

Muslim

Sikat Habis Narkoba, Polsek Kepenuhan Iptu Jonnes Bekuk 3 Pengedar Narkoba, Sabu 6,14 Gram Disita

Muslim

Bangun Generasi Tanggap Bencana, Damkar Pekanbaru Edukasi Siswa SMKF IKASARI

Muslim

Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Gelar Turnamen Sepak Bola, Peringati HGN 2026

Muslim

Mengenal Figur Noki Loviko, Polisi di Garis Terdepan Operasi Sarang Narkoba di Pekanbaru

Muslim

Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa untuk Almarhum Arwin AS