Masya Allah, Alquran dan Sains Jelaskan Dataran Terendah di Bumi

Harijal - Selasa, 18 Juli 2017 08:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/07/102710072017_00000masyaallahalqurand.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi (Foto: Reuters)

Sebelum ilmu pengetahuan mengungkap fakta bahwa daerah dataran terendah ialah Palestina, Alquran lebih dahulu menyiratkan informasi tersebut. Buku ‘Sains dalam Alquran’ yang ditulis Nadiah Thayyarah mengungkap fakta dataran terendah di Bumi. 

"Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang," bunyi Surah Ar Rum Ayat 1-5.

Oleh sebagian ulama, ayat ini banyak dijadikan dalil sebagai salah satu mukjizat Alquran yang berupa keterangan yang akan terjadi di masa depan. Di sini, Alquran mengabarkan peristiwa perang yang waktu itu belum terjadi yakni antara Romawi dan Persia. 

Alquran juga mengungkap bahwa perang itu akan berlangsung dalam beberapa tahun lagi dan ternyata benar. Kalimat utama yang perlu diperhatikan dalam ayat di atas adalah "di daerah terdekat" (adna al-ardh), tempat pasukan Romawi meraih kemenangan dalam perang melawan pasukan Persia. 

Faktanya, itu memang terjadi di daerah paling rendah di muka Bumi. Inilah salah satu kemukjizatan ilmiah Alquran. 

Kalangan sejarawan sepakat bahwa peperangan yang dimenangi pasukan Romawi tersebut berlangsung di lembah Palestina, tepatnya di cekungan Laut Mati. Dari sisi keilmuan, kata ‘adna’ dalam ayat ini sangat istimewa. 

Sebab, dalam disiplin bahasa Arab, kata adna berarti ‘paling dekat’ (aqrab) atau juga bisa diartikan ‘paling rendah’ (akhfadh). Atas dasar itu, kalangan mufasir berpendapat, maksud dari adna al-ardh adalah negeri terdekat dari Jazirah Arab. 

Peperangan itu berlangsung di negeri Palestina, yang merupakan negeri terdekat dari Jazirah Arab. Jadi, bagi kalangan mufasir, kata adna al-ardh berarti ‘negeri terdekat’. 

Kemudian, ilmu geologi datang dan memastikan bahwa cekungan Laut Mati, tempat bangsa Romawi memenangi perang melawan Persia, merupakan titik terendah yang ada di muka Bumi. Ia terletak sekira 400 meter di bawah permukaan laut. 

Ayat ini turun pada saat ilmu pengetahuan belum mampu meneliti letak titik terendah di muka Bumi berada. Cekungan Laut Mati adalah daerah yang pernah didiami kaum Nabi Luth. Tak ada daerah yang lebih rendah di muka Bumi ini melebihi cekungan Laut Mati.

 

(ahl/okezone)

Berita Terkait

Muslim

Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas

Muslim

Inovasi Wali Kota Agung Genjot PAD, Pemprov Minta Daerah Lain Berdayakan PKK

Muslim

Lantik 215 Kepala Sekolah, Bupati Kasmarni Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Pungli PPDB

Muslim

Bawa Pasien dari Bagansiapiapi, Ambulans Kecelakaan di Tol Permai, Tiga Tewas

Muslim

Tolak Titipan, PWI Pekanbaru Siap Dampingi Pemko Kawal SPMB 2026/2027

Muslim

Kepala Daerah Didorong Maksimalkan Forum DPR RI Dapil Riau untuk Akses APBN