Penyebab Cahaya Matahari Tak Sampai ke Dalam Laut Dijelaskan Alquran dan Sains

Harijal - Jumat, 14 Juli 2017 11:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/07/7835b5072017_0000ilustrasi.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Cahaya matahari bisa sampai ke permukaan Bumi dan mendukung kehidupan makhluk hidup di Bumi. Dengan cahaya matahari maka tumbuhan dapat berfotosintesis secara alami serta membantu aktivitas makhluk hidup lainnya di siang hari. 

Cahaya matahari ini dapat sampai ke permukaan Bumi, namun tidak dapat menembus laut yang dalam. Prof. Durga Rao, seorang ahli geologi kelautan dan merupakan profesor di Universitas King Abdul Aziz di Jeddah berkomentar tentang ayat Alquran ‘Atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan’.

Profesor Rao mengatakan bahwa para ilmuwan sepakat dengan hal ini. Tentunya dengan bantuan peralatan modern untuk menyelidiki kegelapan di kedalaman laut. 

Buku 'Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah' menjelaskan, manusia tidak mampu menyelam tanpa alat bantu di lebih dari 20-30 meter, manusia pun tidak dapat bertahan hidup pada kedalaman lebih dari 200 meter. 

Selengkapnya ayat tersebut berbunyi, "Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun," Surah An Nur Ayat 40. Ayat ini tidak merujuk kepada semua lautan yang ada karena tidak setiap laut dapat digambarkan memiliki akumulasi kegelapan yang berlapis antara satu dengan lapis atasnya. 

Ia merujuk terutama pada dalamnya lautan atau samudera, seperti yang dikatakan Alquran, "Kegelapan di lautan yang luas dan dalam". Kegelapan berlapis di laut dalam ini terjadi karena dua penyebab. 

Sinar cahaya terdiri dari tujuh warna. Warna ini adalah ungu, nila, biru, hijau, kuning, oranye, dan merah. Sinar cahaya akan mengalami pembiasan ketika menabrak air. 

Di kedalaman 10-15 meter air menyerap warna merah. Oleh karena itu, jika seseorang menyelam di kedalaman 25 meter dan mendapat luka, ia tidak dapat melihat warna merah darahnya karena warna merah tidak bisa mencapai kedalaman ini. 

Demikian pula warna oranye yang diserap pada kedalaman 30-50 meter, kuning pada 50-100 meter, hijau pada 100-200 meter, biru pada kedalaman 200 meter, dan violet serta nila pada kedalaman lebih dari 200 meter. 

Warna akan hilang secara berturut-turut, satu lapis disusul lapisan yang lain. Maka, semakin dalam laut maka akan semakin gelap. Kegelapan yang sempurna dapat ditemukan di kedalaman lebih dari 1.000 meter. 

Sinar matahari diserap oleh awan, yang pada akhirnya menimbulkan lapisan kegelapan di bawah awan. Lapisan ini adalah lapisan pertama dari kegelapan. 

Ketika sinar mencapai permukaan laut, maka akan terpantul dari permukaan gelombang dan memberikan efek tampilan mengkilap. Gelombang inilah yang memantulkan cahaya dan menyebabkan kegelapan.

 

(ahl/okezone)

Berita Terkait

Muslim

Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas

Muslim

Inovasi Wali Kota Agung Genjot PAD, Pemprov Minta Daerah Lain Berdayakan PKK

Muslim

Lantik 215 Kepala Sekolah, Bupati Kasmarni Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Pungli PPDB

Muslim

Bawa Pasien dari Bagansiapiapi, Ambulans Kecelakaan di Tol Permai, Tiga Tewas

Muslim

Tolak Titipan, PWI Pekanbaru Siap Dampingi Pemko Kawal SPMB 2026/2027

Muslim

Kepala Daerah Didorong Maksimalkan Forum DPR RI Dapil Riau untuk Akses APBN