Benda Angkasa Bergerak Melengkung dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Harijal - Rabu, 05 Juli 2017 11:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/07/322352072017_0000lustrasi.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Studi-studi ilmiah modern telah membuktikan bahwa pergerakan benda-benda langit tidak mungkin dalam lintasan lurus, melainkan pasti bengkok dan melengkung. Hal ini dipaparkan dalam buku ‘Sains dalam Alquran’ yang ditulis Nadiah Thayyarah. 

Setiap benda yang memiliki materi, sebesar apa pun massanya, tidak mungkin bisa bergerak di alam semesta selain dalam garis melengkung.

Sudah menjadi kebenaran ilmiah bahwa setiap benda angkasa yang bergerak di angkasa, dikontrol oleh kekuatan gravitasi dan kekuatan kontragravitasi. Hal inilah yang oleh Alquran dinamakan al-uruj. Al-uruj berarti naik dan keluar dari garis lurus atau berjalan dalam lintasan melengkung. 

Apabila manusia tidak mengetahui pergerakan benda-benda langit di angkasa, tentu manusia tidak mampu meluncurkan satelit dan tidak pula menjelajahi antariksa. 

Pergerakan setiap benda padat dari Bumi ke langit harus dalam lintasan melengkung karena benda tersebut dipengaruhi oleh kekuatan gravitasi Bumi dan kekuatan kontragravitasi yang menarik benda itu ke langit. 

Jika dua kekuatan yang saling bertolak belakang itu berimbang, benda tersebut akan terdorong untuk berputar mengelilingi Bumi dengan kecepatan horizontal atau yang dikenal dengan istilah kecepatan sudut (angular velocity). 

Alquran telah menggambarkan naiknya benda-benda padat ke langit dalam beberapa tempat. 

"Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dialah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun," bunyi Surah Saba’ Ayat 2. 

"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ’Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam Bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan," bunyi Surah Al Hadid Ayat 4. 

Teori relativisme membuktikan bahwa cahaya, sebagaimana materi, juga melengkung ketika melewati bidang yang terpengaruh oleh gaya gravitasi. Atas prinsip ini, semua pergerakan di alam semesta sama sekali tidak mengenal garis lurus. 

Semua itu sesuai dengan penjelasan Alquran tentang perjalanan ke luar angkasa dengan istilah uruj, yang berarti naik dan melenceng dari garis lurus.

(ahl/okezone)

Berita Terkait

Muslim

Teror Harimau di Pulau Burung, BBKSDA Riau Pantau Gunakan Drone

Muslim

Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja

Muslim

Sepakat Akhiri Polemik, Hotman Paris Minta Maaf Langsung ke Ketum PWI

Muslim

Harga Kelapa di Inhil Anjlok Hingga Rp1.800 Per Kilogram, Pemprov Diminta Ambil Langkah

Muslim

7 Kilogram Sabu Dikubur di Tanah dan Kebun Sawit, Ditresnarkoba Polda Riau Ringkus 3 Tersangka

Muslim

Kapolsek Kandis Turun Bersama Petani, Rawat Tanaman untuk Menjaga Ketahanan Pangan