SAAT Idul Fritri umat muslim di seluruh dunia menyambut dengan penuh suka cita. Hari Kemenangan itu telah tiba.
Khusus di Indonesia, tradisi lebaran dirayakan dengan cara yang khas. Seperti saling bermaaf-maafan, menyiapkan kue, berkunjung ke rumah saudara, hingga bagi-bagi amplop.
Lantas, bagaimana Rasulullah SAW merayakan Idul Fritri? Merangkum dari berbagai sumber, berikut cara khas Rasulullah merayakan Idul Fitri.
Salat Ied
Setelah bersiap-siap sebelum salat dengan bersuci, memakai wangi-wangian, dan memakan kurma, Rasulullah SAW berangkat menuju masjid membawa istri dan anaknya.
Dari hadits Ummu ‘Athiyyah, “Kami diperintahkan untuk mengeluarkan semua gadis dan wanita yang haidh pada kedua hari raya, agar mereka dapat menyaksikan kebaikan hari itu dan do’a dari kaum muslimin (bisa berdo’a dengan mereka). Hanya saja wanita-wanita yang sedang haid menjauhi tempat salat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mengucapkan Tahni’ah
Kalimat yang diucapkan Rasulullah saat Idul Fritri adalah kalimat Taqabbalallahu minna wa minkum Artinya: Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian.
Berbahagia
Imam Abu dawud menerangkan dari hadits sahabat Anas berkata: pada suatu waktu Nabi datang di Madinah, di sana penduduk Madinah sedang bersuka ria selama dua hari. Lalu nabi bertanya “hari apakah ini (mengapa penduduk Madinah bersuka ria?)” mereka menjawab ”dulu semasa zaman jahiliyah pada dua hari ini kami selalu bersuka ria”. Kemudian Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya Allah swt telah mengganti dalam Islam dua hari yang lebih baik dan lebih mulia, yaitu hari raya kurban (idul adha) dan hari raya fitri (idul fitri).
(vin/okezone)