Alquran dan Sains Jelaskan Penyebab Matahari Padam

Harijal - Jumat, 16 Juni 2017 17:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/06/6f3b44062017_0000mataharidiufuk.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ilustrasi reuters

JAKARTA - Matahari memiliki banyak manfaat untuk kehidupan makhluk hidup di Bumi. Mulai dari mendukung proses fotosintesis tumbuhan untuk dikonsumsi makhluk hidup, pergantian siang dan malam, serta keseimbangan alam. 

Cahaya matahari terbentuk dari proses kimia pada permukaannya yang telah berlangsung selama lima miliar tahun. Dalam buku ‘Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah’ disebutkan, akan datang suatu masa ketika akan berakhir dan punahnya semua kehidupan di Bumi karena matahari padam.

Fakta ketidakkekalan matahari ini telah diungkap oleh salah satu ayat Alquran. "Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui," bunyi Surah Yasin Ayat 38. 

Kata dalam bahasa Arab yang digunakan dalam ayat ini adalah mustaqarr, yang berarti tempat atau waktu yang ditentukan. Dengan demikian, Alquran mengatakan bahwa matahari berjalan menuju waktu yang telah ditentukan dan akan melakukannya hanya sampai periode yang telah ditentukan pula. 

Hal ini bermakna bahwa akan ada suatu masa ketika matahari akan padam dan mati. Dalam buku ‘Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik’, beberapa ayat Alquran juga telah menyebutkan bahwa matahari akan berhenti memancarkan sinarnya pada waktu yang telah ditetapkan Allah. 

Waktu operasi matahari juga dijelaskan pada Surah Ar-Ra’d Ayat 2. Ayat ini juga menyiratkan bahwa matahari memiliki umur yang telah ditentukan oleh Allah. 

"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ’Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu," Surah Ar-Ra’d Ayat 2. 

Dikutip dari situs LiveScience, ilmuwan dari Iowa State University, Lee Anne Wilson, menjelaskan bahwa suatu saat panas matahari akan membakar habis helium yang terkandung di dalamnya. Hal itu menyebabkan ukuran matahari mengecil secara perlahan.

(ahl/okezone)

Berita Terkait

Muslim

Polres Bengkalis Tegaskan Tak ada Ruang Bagi Penyelundup

Muslim

Satgas Anti Narkoba Polda Riau Tangkap Empat Pengedar Sabu di Kawasan Pangeran Hidayat

Muslim

9 Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta dengan Reputasi Baik yang Layak Dipertimbangkan

Muslim

Pembunuhan Sadis di Dumai Terungkap, Pelaku Suami Siri

Muslim

Penguatan Sektor Pertanian, Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Tinjau Lahan Kelompok Tani Arihta Jaya

Muslim

Hendry Munief Luncurkan Buku Jejak 1 Tahun Pengabdian