Zakir Naik dan Rizieq, Dua Tokoh yang Diburu Negaranya

Harijal - Kamis, 15 Juni 2017 19:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/06/d2f3c3062017_000000zakirnaikdudukdip.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Sugito/Istimewa
Zakir Naik (duduk di paling kiri) bertemu dengan Habib Rizieq (kedua dari kanan) di Kediaman Syeikh Khalid Al Hamudi.

JAKARTA - Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab bertemu dengan dai kondang asal India, Zakir Naik, di Makkah, Saudi. Foto pertemuan keduanya beredar di media sosial kemarin. 

Zakir dan Rizieq duduk berjajar hanya dipisahkan satu orang. Pengacara Rizieq, Sugito Atmo Pawiro, membenarkan pertemuan tersebut.  Keduanya bertemu di kediaman ulama Saudi, Syekh Khalid. Syekh Khalid saat itu sedang berduka menyusul meninggalnya sang ibunda.

Baik Rizieq maupun Naik menjadi buruan di negaranya masing. Rizieq tersangkut perkara hukum atas tudingan terlibat chat mesum dengan Firza Husein.  Pihak Rizieq telah membantah semua tudingan tersebut. Tudingan itu ditengarai hanya untuk merusak kredibilitas Rizieq. 

"Dugaan pelanggaran UU Pornografi dalam sangkaan skandal chat via WA yang diekspose melalui web liar, baladacintarizieq, tidak memiliki bukti yang cukup dan proses gelar perkara tidak pernah dilansir ke masyarakat secara terbuka," kata Sugito.

Sementara itu, Zakir Naik diburu oleh otoritas India terkait dengan ceramahnya yang dianggap mendorong aksi terorisme. Pihak India juga menyecar organisasi nirlaba Zakir Naik yang dianggap menerima dana ilegal dari asing. 

India mengancam akan mencabut paspor Zakir Naik jika ia tidak memenuhi panggilan otoritas keamanan setempat. Dai yang baru-baru ini datang ke Indonesia itu membantah tudingan tersebut. 

"Pernyataan saya telah diterjemahkan di luar konteks. Ada setengah kalimat saya dan dipelintir. Saya adalah pembawa pesan perdamaian. Adalah hal sangat dikecam apakah itu Muslim atau non-Muslim melancarkan serangan teror kepada sesama umat manusia. Saya tidak pernah mendukung hal itu," ujarnya.

Berita Terkait

Muslim

Pimpinan Lapas Narkotika Rumbai Ikuti Pengarahan Dirjenpas Secara Daring

Muslim

Hotspot Riau Bertambah Lagi, Langit Pekanbaru Kembali Diselimuti Asap

Muslim

T. Azwendi: Media Bukan Sekadar Mitra

Muslim

Kolaborasi SEF dengan Kulukis Art, Gelar Pelatihan Desain Kreatif

Muslim

Jangan Sebar Data Pribadi Sembarangan!

Muslim

Polres Dumai Ungkap Peredaran 1.365 Pil Ekstasi