Penaklukan Konstantinopel Kembalikan Kewibawaan Umat Islam

Harijal - Senin, 29 Mei 2017 21:21 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/05/d2fe40052017_0000lukisankotakonstantin.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
smithsonianmag.com
Lukisan kota Konstantinopel saat dibangung Kaisar Konstantin

Kejatuhan Konstantinopel ke tangan umat Islam menandai terbukanya dunia Timur Tengah menuju dunia modern. Selain itu, penaklukan ibu kota Romawi tersebut membangkitkan kembali semangat kaum muslimin untuk mengembalikan kejayaan dan kewibawaan Islam di mata dunia pascakeruntuhan Bani Abasyiah oleh Tartar Mongol.

Dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari, Ahmad dan Al-Hakim, Rasulullah SAW bersabda, "Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyat sebaik-baiknya rakyat".

Dilansir dari buku 1453: Detik-detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Muslim karya Roger Crowley, menyebutkan Konstantinopel memang selalu menjadi kota rebutan bangsa-bangsa dunia. Baik dari Eropa, Rusia, Afrika, Persia, Arab-Muslim, bahkan keturunan Turki. Kekhalifahan Islam sendiri, dalam rentang 800 tahun sudah mencoba merebutnya, namun selalu gagal.

Sultan Mehmet II (Mahmud II) adalah putra Sultan Murad II yang berhasil membebaskan Kontantinopel dari tangan kaisar Contantine XI Paleologus. Di awal perjuangan, Sultan berkirim surat dengan penguasa Bizantium yang berisi ajakan untuk masuk Islam atau menyerahkan Konstantinopel secara damai. Namun penguasa Konstantinopel menolak seruan Sultan dan lebih memilih untuk perang.

Sultan menyadari Konstantinopel adalah kota laut dengan pertahanan tembok tebal berlapis dua setinggi 10 meter dan dikelilingi parit sedalam tujuh meter, yang tidak mungkin bisa dikepung kecuali menggunakan armada laut. Karenanya, dia pun membawa 400 unit kapal perang, meriam-meriam penghancur, dan peralatan berat canggih lainnya dengan jumlah pasukan 150 ribu personel.

Tepat pada Jumat 6 April 1453, Sultan Mehmet II bersama gurunya, Syaikh Aaq Syamsudin (nasabnya bersambung hingga Abu Bakar Shiddiq), beserta dua tangan kanannya, Halil Pasha dan Zaghanos Pasha, menyerbu benteng kota Konstantinopel. Diiringi hujan panah, tentara Islam Turki maju dalam tiga lapisan pasukan. "Irregular" lapisan pertama, "Anatolian Army" dilapis kedua, dan terakhir pasukan khusus "Janissari".

Meski segala kemampuan dengan bantuan teknologi canggih dikerahkan, Konstantinopel sulit ditaklukkan. Banyak tentara Sultan tewas dan hampir saja membuat frustasi. Hingga akhirnya sebuah ide yang terdengar bodoh dilakukan hanya dalam semalam: memindahkan kapal-kapal tempur melalui darat untuk menghindari rantai penghalang. Usaha ini berhasil memasukkan 70 kapal ke wilayah Selat Golden Horn hingga mengejutkan musuh.

Hampir dua bulan pasukan Sultan menggempur pertahanan Konstantinopel. hingga Selasa 20 Jumadil Ula 857 H/ 29 Mei 1453 M, hari kemenangan itu tiba. Melalui pintu Edirne, pasukan Sultan memasuki kota dan mengibarkan bendera Daulah Utsmaniyah di puncak kejayaa Konstantinopel. Dalam pertempuran hebat itu, Kaisar Constantine XI dikabarkan tewas, walau sampai saat ini jasadnya tidak pernah ditemukan.(ROL)

Berita Terkait

Muslim

Rakerda KORMI Pekanbaru Siapkan Program dan Event Olahraga Masyarakat

Muslim

Tabrak Rombongan Pelajar, Satu Tewas, Ketua PP Siak Tersangka

Muslim

Cegah Kelangkaan BBM, Pemkab Bengkalis Koordinasikan Penambahan Pasokan dan Jam Operasional SPBU

Muslim

Wako Pekanbaru Buka MTQ Kecamatan Rumbai di Lahan Bekas Karhutla

Muslim

Polsek Kampar Kiri Amankan Pria Bersama 103,55 Gram Sabu

Muslim

Imbang 1-1, PSPS Curi 1 Poin di Kandang Adhyaksa FC