Kenapa Rasulullah Menganjurkan Segera Tidur Setelah Salat Isya?

Harijal - Kamis, 18 Mei 2017 22:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/05/d86295052017_0000ilustrasiorangsalat.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi orang salat (Foto: Shutterstock)

WAKTU setelah Isya sepertinya saat terbaik untuk bersantai, melepas lelah, dan berbincang-bincang setelah bekerja seharian. Suasana ini seringkali dijumpai, terutama di kota-kota besar. 

Terlihat banyak orang ngobrol di kafe, rumah, mal, di jalan, bahkan di mana saja ada tempat duduk dan teman. Kebanyakkan dari mereka juga adalah kaum muslim. 

Namun, tahukah Anda kalau Rasulullah SAW, melarang ngobrol setelah waktu Isya? 

Sebuah riwayat ari Abu Barzah, bahwa "Rasulullah SAW tidak suka tidur sebelum salat Isya dan berbincang-bincang setelahnya." (HR. Bukhari : 410/2) 

Sementara itu hadist ini diperkuat oleh istri Rasulullah SAW, Aisyah RA. "Rasulullah SAW tidak tidur sebelum ‘Isya’ dan tidak berbincang-bincang setelahnya. Beliau juga melarang kami berbincang-bincang setelah ‘Isya’, yakni melarang dengan peringatan kepada kami." (HR. Ibnu Majah : 396-397/02) 

Larangan ini juga diungkapkan oleh Rasulullah SAW sendiri. Beliau bersabda, 

"Tidak ada obrolan (setelah salat ‘Isya’) kecuali bagi orang yang sedang salat atau orang yang bepergian." (H.R. At-Tirmidzi : 279/1) 

Ada pun hikmah dari larangan ini ialah, langsung tidur setelah salat Isya memudahkan kaum muslim salat tahajud pada malam hari dan bermunajad kepada Allah SWT. Obrolan tengah malam juga dapat membawa manusia membicarakan topik yang tidak perlu. Seperti menjurus ke ghibah atau gosip. Obrolan tersebut adalah sia-sia. 

Akan tetapi, kemurahan juga diberikan oleh Rasulullah SAW bagi umatnya untuk berbincang pada malam hari. Yakni bicara tentang agama atau bermanfaat dan bagi yang sedang berpergian. 

Dari Umar, dia berkata; "Rasulullah SAW bermusyawarah semalaman dengan Abu Bakar tentang urusan kaum muslimin, dan aku bersamanya." (H R. Ahmad : 311/1)

(vin/okezone)

Berita Terkait

Muslim

Udara Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat, Siswa Kembali PJJ

Muslim

Kualitas Udara Siak Sangat Tidak Sehat

Muslim

Fithriady Syam Pemenang LKTJ Raja Ali Kelana 2026

Muslim

Empat Bulan Terakhir, Polresta Pekanbaru Ringkus 128 Tersangka Narkoba

Muslim

Residivis Korupsi Fahd A. Rafiq Ditangkap KPK, Desak Hukuman Maksimal

Muslim

Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, Angka Hotspot Riau Naik Lagi