Fakta Bentuk Bumi yang Sesungguhnya dalam Alquran dan Sains

Harijal - Rabu, 10 Mei 2017 08:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/05/b4c25d052017_0000faktabentukbumiyang.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Beberapa waktu lalu sempat heboh terkait pandangan mengenai Bumi yang memiliki bentuk datar. Gagasan Bumi bulat kabarnya muncul dalam filsafat Yunani dengan Pythagoras (abad ke-6 SM). 

Sebagian besar masyarakat pra-Sokratik (abad ke 6-5 SM) meyakini model Bumi datar. Teori-teori Bumi datar modern umumnya dicap sebagai pseudosains atau ilmu semu.

Bagaimanakah bentuk Bumi yang sesungguhnya dilihat dari pandangan Alquran dan sains? Salah satu firman Allah dalam Surah Luqman Ayat 29 menunjukkan bahwa Bumi berbentuk bulat. 

"Tidakkah kamu memerhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan," Surah Luqman Ayat 29. 

Buku ‘Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik’ menjelaskan bahwa ayat di atas terdapat kata memasukkan, maka dapat diartikan bahwa terjadi perubahan bertahap dan perlahan-lahan dari malam menjadi siang dan sebaliknya. Fenomena ini hanya bisa terjadi apabila Bumi itu bulat. 

Sebab, jika Bumi itu datar, maka tentu akan ada perubahan yang drastis atau mendadak dari malam ke siang dan dari siang ke malam. 

Alquran juga mengungkap bentuk Bumi yang bulat melalui ayat berikut. "Dia menciptakan langit dan Bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun," Surah Az Zumar Ayat 5. 

Dalam bahasa Arab yang digunakan adalah Kawwara, yang bermakna tumpang tindih atau melingkar, seperti gulungan kain serban di kepala. Peristiwa tumpang tindih atau melingkar silih bergantinya siang dan malam hanya dapat terjadi jika Bumi berbentuk bulat.

(ahl/okezone)

Berita Terkait

Muslim

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Pagi Ini

Muslim

Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal

Muslim

Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG

Muslim

Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu

Muslim

Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla

Muslim

Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69