Alquran dan Sains Jelaskan Kabut Tandai Terciptanya Alam Semesta

Harijal - Selasa, 09 Mei 2017 19:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/05/bcd5f9052017_0000alqurandansainsjelas.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Reuters)

Terbentuknya alam semesta tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui proses. Pada tahap awal terbentuknya benda angkasa, kabut antarbintang berputar secara perlahan dan memadat. 

Buku ‘Sains berbasis Alquran’ karangan Ridwan Abdullah Sani menjelaskan, material kabut berputar semakin cepat dan bertambah padat pada bagian pusat putaran. Material kabut tersebut akan berbentuk seperti bola karena saling terjadi gaya tarik-menarik antarpartikel material kabut.

Kondisi seperti itu dapat dibuktikan dengan sebuah eksperimen yang dilakukan di luar angkasa, yang menunjukkan bahwa air akan berbentuk seperti bola jika dituangkan dari wadahnya ketika di luar angkasa. 

Hal tersebut disebabkan karena gaya tarik-menarik hanya terjadi antarpartikel air dan tidak ada gaya luar yang memengaruhi partikel air tersebut. Ketika terjadi perputaran, secara perlahan terbentuk piringan rotasi dengan bagian pusat rotasi yang lebih padat. 

Terbentuknya anggota tata surya karena materi yang memadat. Ahli astronomi berpikir bahwa matahari terbentuk ketika konsentrasi debu dan gas pada pusat perputaran kabut mencapai suhu dan tekanan yang tinggi. Sehingga, dapat menyebabkan reaksi fusi (penggabungan) hidrogen menjadi helium. Sementara itu, piringan kabut yang berotasi di sekitar matahari menjadi planet. 

Suhu piringan kabut sangat bervariasi, bergantung pada jarak dari pusat rotasi. Jika suhunya tinggi akan berada dekat dengan pusat rotasi, sedangkan jika suhunya rendah akan berada jauh dari pusat rotasi. Hal ini berdampak pada berbedanya unsur dan senyawa yang memadat untuk planet-planet sesuai dengan jaraknya dari matahari. 

Munculnya kabut atau asap (dukhan) seperti dijelaskan di atas menandai awal terciptanya alam semesta atau langit dan Bumi. Sebelum penelitian berhasil mengungkap fakta tersebut, Alquran telah lebih dahulu mengungkap hal ini sekira 14 abad lalu. "Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: ‘Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa’ keduanya menjawab: ‘Kami datang dengan suka hati’" bunyi Surah Fussilat Ayat 11.

(ahl/okezone)

Berita Terkait

Muslim

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Pagi Ini

Muslim

Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal

Muslim

Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG

Muslim

Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu

Muslim

Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla

Muslim

Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69