Hadits dan Sains Jelaskan Kerjasama Organ Tubuh dalam Penyembuhan

Harijal - Kamis, 04 Mei 2017 13:18 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/05/a1f543052017_0000haditsdansainsjelask.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Seluruh bagian tubuh memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing. Namun dalam penggunaannya, setiap anggota tubuh bekerjasama untuk menghasilkan fungsi yang dibutuhkan oleh manusia. 

Saat sakit atau terluka pun, setiap anggota tubuh bekerjasama untuk saling menyembuhkan. Dalam buku ‘Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah’ yang diungkap penelitian Dr Mahir Muhammad Salim, dijelaskan bahwa secara ilmiah organ yang sakit mendapat rangsang, saraf sensorik yang dikirim dari daerah yang sakit atau terluka, memanggil bantuan dari pusat-pusat sensoris dan pusat-pusat kendali tak sadar di otak.

Selain itu, sejumlah besar hormon dan zat kimia lainnya dilepaskan dari organ yang sakit dengan tetesan darah pertama, kerusakan sel jaringan, atau bersamaan dengan masuknya mikroba ke dalam tubuh kemudian melepaskan racunnya ke dalam jaringan dan sel. 

Begitu bahan kimia dan hormon dikirim ke otak, yang terakhir mengirimkan pesannya ke organ yang mengontrol fungsi-fungsi biologis tubuh, untuk memberikan bantuan ke organ yang terkena cedera atau sakit. 

Setelah cedera terjadi, organ tubuh melakukan serangkaian proses biologis yakni mulai memanggil organ lainnya untuk membantu. Pusat sensorik memanggil pusat kendali dan peringatan di hipotalamus. 

Hipotalamus kemudian memerintahkan kelenjar hipofisis untuk menyekresikan hormon yang memanggil sisa kelenjar endoktrin untuk mengeluarkan hormon mereka, yang mendesak semua organ untuk menyelamatkan organ yang sakit. 

Panggilan antarorgan itu maksudnya setiap bagian tubuh menggunakan energi maksimal untuk menyelamatkan bagian yang sakit. Jantung misalnya, mulai berdetak lebih cepat untuk membantu darah beredar dan mencapai organ yang terluka. 

Pada saat yang sama, pembuluh darah dalam organ yang terluka mengembang, sementara pembuluh lainnya di seluruh tubuh mengirim ke daerah yang terinfeksi. 

Hal itu merupakan ringkasan yang dilakukan oleh berbagai organ, yakni jantung, hati, kelenjar endoktrin, otot-otot, dan lainnya yang membentuk kerjasama. Pembagian tugas ini menuntut pengorbanan dan usaha dari semua organ tubuh. 

Selain itu semua organ, sistem, jaringan, dan kelenjar perlu memecah sebagian dari lemak dan protein yang tersimpan dalam tubuh, untuk memberikan bantuan kepada organ yang terluka. Proses ini terus berlanjut sampai proses penyelamatan selesai, yakni ketika cedera atau penyakit berangsur pulih, serta jaringan dan sel yang terinfeksi sembuh. 

Fakta ini rupanya telah dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya, “Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit, maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam,” HR Muslim.

(din/okezone)

Berita Terkait

Muslim

Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal

Muslim

Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG

Muslim

Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu

Muslim

Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla

Muslim

Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69

Muslim

Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan