Ini Alasan GP Ansor Malang Menolak Talk Show Ustaz Felix Siauw

Harijal - Senin, 01 Mei 2017 19:12 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/05/d739e4052017_0000ustazfelixsiauw_1502.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Repubika/Agung Fatma Putra
Ustaz Felix Siauw

MALANG - Ketua PC GP Ansor NU Kota Malang, HM Nur Junaedi Amin mengatakan, GP Ansor menolak digelarnya acara yang diisi oleh Ustad Felix Siauw pada Ahad (30/4), kemarin. Junaedi mengklaim penolakan demi menjaga keutuhan Pancasila sebagai dasar negara dan menjaga persatuan masyarakat. 

Kemarin, di sebuah hotel di Kota Malang digelar Talk Show bertajuk ‘Cinta Mulia’ dengan pembicara Ustad Felix Siauw. Namun saat acara tengah berlangsung, polisi datang membubarkan dengan alasan acara itu belum mengantongi izin. 

"Kita lakukan pendekatan persuasif, PC GP Ansor Malang bekerja sama dengan kepolisian karena mereka yang berwenang membubarkan acara," kata Junaedi dilansir Republika.co.id, Senin (1/5).

Menurutnya, selain kegiatan tidak berizin, yang paling mendasari penolakan adalah sosok sang ustaz sebagai kader HTI yang sering menyuarakan terbentuknya khilafah di Tanah Air. 

"Kita lihat sendiri bagaimana Felix Siauw di medsos getol menyuarakan khilafah di Indonesia, GP Ansor dan simpul-simpul nasionalis lain sepakat bahwa HTI makar karena ingin menggeser Pancasila sebagai dasar negara dan mengganti pemerintahan saat ini," katanya. 

GP Ansor, kata Junaedi, berupaya menjaga Pancasila sebagai dasar negara. Ia juga mengatakan, organisasinya mempertahankan keutuhan Indonesia yang lahir atas dasar keberagaman dan kebersamaan. "Jangan seenaknya saja berdakwah tanpa mengindahkan nilai toleransi," katanya. 

Kota Malang dipandang sebagai sasaran empuk untuk menyuntikkan doktrin-doktrin terbentuknya khilafah karena banyak dihuni generasi muda. "Kami berupaya menjaga kondusivitas lokal di Malang, bukan dakwahnya yang kita masalahkan tapi bagaimana doktrin khilafah secara halus dibungkus melalui kegiatan seperti talk show keagamaan dan sejenisnya," kata Junaedi.(ROL)

Berita Terkait

Muslim

Udara Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat, Siswa Kembali PJJ

Muslim

Kualitas Udara Siak Sangat Tidak Sehat

Muslim

Fithriady Syam Pemenang LKTJ Raja Ali Kelana 2026

Muslim

Empat Bulan Terakhir, Polresta Pekanbaru Ringkus 128 Tersangka Narkoba

Muslim

Residivis Korupsi Fahd A. Rafiq Ditangkap KPK, Desak Hukuman Maksimal

Muslim

Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, Angka Hotspot Riau Naik Lagi