Alquran dan Sains Jelaskan Proses Terjadinya Hujan

Harijal - Rabu, 19 April 2017 08:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/04/6087d6042017_0000hujan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ilustrasi

JAKARTA - Awal terjadinya hujan adalah berasal dari penguapan yang terjadi di Bumi. Air yang terdapat di Bumi mengalami penguapan (evaporasi). 

Hal ini terjadi akibat matahari yang memanaskan air di Bumi. Kemudian, uap air itu berkumpul di udara dan mengalami pemadatan (kondensasi).

Buku ‘Amazing!!! Cerita-Cerita Sains Terbaik dari Alquran’ menjelaskan bahwa hasil dari kondensasi ini disebut awan. Embusan angin akan menggerakkan awan. Akibatnya, awan saling tindih dan terus naik ke atas menuju suhu yang lebih dingin. 

Tumpukan awan di langit yang semakin banyak dan ditambah dengan embusan angin yang semakin kencang, membuat awan menjadi berat. Kemudian, awan tak mampu menopang air atau es yang terkandung di dalamnya. 

Sehingga, turunlah butiran-butiran air atau es ke permukaan Bumi (proses presipitasi). Makin lama makin deras butiran air atau es itu. Hal tersebutlah yang disebut hujan. Jika suhunya sangat rendah, maka yang turun adalah salju, sehingga disebut hujan salju. 

Sebelum penelitian modern berhasil mengungkap proses turunnya hujan, Alquran yang diturunkan sekira 14 abad lalu telah menjelaskan proses tersebut. 

"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan," Surah An Nur Ayat 43.

(ahl/okezone)

Berita Terkait

Muslim

Hotspot Riau Bertambah Lagi, Langit Pekanbaru Kembali Diselimuti Asap

Muslim

T. Azwendi: Media Bukan Sekadar Mitra

Muslim

Kolaborasi SEF dengan Kulukis Art, Gelar Pelatihan Desain Kreatif

Muslim

Jangan Sebar Data Pribadi Sembarangan!

Muslim

Polres Dumai Ungkap Peredaran 1.365 Pil Ekstasi

Muslim

Satgas Kahurtla TNI Gelar Salat Istisqo, Hujan Deras Mengguyur