Muhammadiyah Umumkan Awal Ramadhan-Syawal-Zulhijah 1438 H

Harijal - Kamis, 06 April 2017 10:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/04/a17a47042017_0000haedar.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir

JAKARTA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan awal puasa bulan Ramadhan, hari Idul Fitri 1 Syawal, awal Zulhijah, dan hari Arafah 438 Hijriyah/2017 Masehi. 

"Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan ini mengumumkan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1438 Hijriah berdasarkan hasil ‘hisab hakiki wujudul hilal’ yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang diterima lewat maklumatnya di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan perhitungan astronomi, Haedar mengatakan, Muhammadiyah menetapkan awal puasa 1 Ramadhan tahun ini jatuh pada 27 Mei 2017. Kemudian Idul Fitri 1 Syawal bersamaan dengan Ahad, 25 Juni 2017.

Selanjutnya, kata dia, untuk 1 Zulhijah 1438 H jatuh pada Rabu, 23 Agustus 2O17, kemudian hari Arafah 9 Zulhijah 1438 H di hari Kamis, 31 Agustus 2O17, dan hari raya Idul Adha 10 Zulhijah 1438 H bertepatan dengan Jumat, l September 2O17.

"Demikian maklumat ini disampaikan untuk dilaksanakan dan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita," kata dia.

Sebelumnya, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti mengatakan, pihaknya tetap akan menghadiri sidang Itsbat penetapan hari besar Islam yang diselenggarakan Kementerian Agama. Kehadiran itu tetap diagendakan Muhammadiyah meski salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia itu sudah menetapkan beberapa hari besar Islamnya.

Muti mengatakan, terdapat syarat sehingga ada perwakilan Muhammadiyah dalam sidang Itsbat yang digelar pemerintah, yaitu pertama proses sidang itsbat tidak disiarkan langsung oleh media kecuali untuk pengumuman hasil musyawarah. 

Berikutnya, kata Muti, jika terjadi perbedaan pendapat maka itu harus dimasukkan ke dalam pertimbangan pengambilan keputusan agar tidak ada pendapat kelompok tertentu yang merasa diabaikan. (ROL)

Berita Terkait

Muslim

Udara Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat, Siswa Kembali PJJ

Muslim

Kualitas Udara Siak Sangat Tidak Sehat

Muslim

Fithriady Syam Pemenang LKTJ Raja Ali Kelana 2026

Muslim

Empat Bulan Terakhir, Polresta Pekanbaru Ringkus 128 Tersangka Narkoba

Muslim

Residivis Korupsi Fahd A. Rafiq Ditangkap KPK, Desak Hukuman Maksimal

Muslim

Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, Angka Hotspot Riau Naik Lagi