Kesurupan Jin, Bagaimana Mungkin? Ini Penjelasannya

Harijal - Rabu, 05 April 2017 22:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/04/f1d587042017_0000kesurupan_jin_bagaimana_mungkin_ini_penjelasannya.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Siswa kesurupan (ilustrasi)

Kasus kesurupan atau kerasukan jin kerap terjadi karena satu dan lain hal. Tetapi, bagaimana mungkin jin bisa memasuki badan manusia? 

Qadi Badruddin bin Abdullah as-Syibli dalam kitabnya Gharaib wa ‘Ajaib al-Jin menjelaskan fenomena tersebut.  

Sebagian tokoh dari Mu’tazilah, seperti al-Jubba’i dan Abu Bakar ar-Razi Ibn Zakariya yang terkenal sebagai dokter, menampik fakta kesurupan. 

Meski percaya adanya jin, tetapi mereka berpendapat mustahil dua fisik (fisik manusia dan fisik jin) bersatu dalam satu tubuh manusia (korban kerasukan). 

Mereka juga berdalih, tidak ditemukan satu riwayat pun dari Rasulullah SAW yang menguatkan fakta kesurupan itu. 

Akan tetapi, pandangan pentolan Mu’tazilah itu dibantah oleh kalangan Ahlussunnah waljamaah (Aswaja). 

Dalam kitab Maqalat, Abu Hasan al-Asy’ari menegaskan bangsa jin itu bisa merasuk ke tubuh manusia. Ini sebagaimana digambarkan firman Allah SWT: 

”Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (QS al-Baqarah [2]: 275).

Ketika Abdullah bertanya kepada sang ayah, Ahmad Ibn Hanbal, ihwal mereka yang ingkar adanya jin yang masuk badan manusia, ayahnya tersebut berkata, ”Wahai anakku, mereka berdusta, Rasulullah sendiri yang menegaska fakta itu (kerasukan jin.”

Dalam hadis riwayat Ibnu Abbas dikisahkan, seorang perempuan yang membawa serta anaknya, mendatangi Rasulullah SAW. Si perempuan mengadu anaknya yang tiba-tiba terserang gila serupa diganggu jin pada siang dan malam hari. 

Rasulullah pun mengusap dada anak laki-laki itu dan berdoa. Lalu si anak muntah dan seketika itu keluarlah bayangan hitam dari tubuhnya. 

Qadi Abdul Jabbar menjelaskan, hakikat jin yang masuk pada tubuh manusia itu seperti udara. Tubuh mereka lembut dan sangat mungkin masuk ke tubuh kita. Kedua fisik tersebut bersatu, tanpa menghilangkan fisik yang lain. Meski dua-duanya tetap dalam eksistensi masing-masing.(ROL)

Berita Terkait

Muslim

Siapkan Fondasi Jelang Musim 2026-2027, PSPS Rekrut Tiga Pemain Potensial

Muslim

Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Latih 30 Siswa Paskibra HUT RI ke-81 Kecamatan Siak Hulu

Muslim

Berikut Tahapan Penting dalam Budidaya Tanaman Jagung di Wilayah Binaan Polsek Kandis

Muslim

Penggerebekan Rumah di Jalan Durian Pekanbaru, Polri Sita 24,23 Gram Sabu

Muslim

Sekda Inhil Lepas Pawai Takruf MTQ Ke-54 Kecamatan GAS

Muslim

Dekranasda Inhil Luncurkan Baju Pengantin Sri Gemilang, Angkat Keindahan Budaya Melayu