Bingung Bacaan Surah untuk Shalat Lima Waktu? Ini Jawabannya

Harijal - Kamis, 30 Maret 2017 23:49 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/03/fcdf64032017_0000umatmuslimshalatsubu.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Mahmud Muhyidin
Umat Muslim shalat Subuh berjamaah di Masjid Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (26/1).

Bacaan surah Alquran setelah membaca surah al-Fatihah termasuk salah satu kesempurnaan shalat. Timbul pertanyaaan, surah-surah apa sajakah yang disunahkan untuk dibaca setelah surah al-fatihah pada dua rakaat pertama shalat lima waktu? 

Mengutip pemaparan Lembaga Fatwa Mesir, Dar al-Ifta, para ulama sepakat surah yang disunahkan dibaca ketika shalat Subuh adalah thiwal al-Mufashal (surah-surah panjang), kemudian mereka sepakat pula bacaan surah untuk shalat Maghrib adalah qashar al-mufashal (surah-surah pendek juz ke-30), dan khusus shalat Isya disunahkan membaca surah-surah medium yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa ia tak pernah shalat sekalipun di belakang siapa pun yang lebih menyerupai gerakan shalat Rasulullah, kecuali saat shalat di belakang si fulan. 

Sulaiman, salah satu periwayat dalam hadis ini mengatakan, si Fulan itu membaca surah thiwal pada dua rakaat pertama dan mempersingkat pada dua rakaat terakhir, dan mempersingkat ketika shalat Ashar. 

Sementara pada shalat Maghrib ia membaca surah-surah pendek juz ke-30, dan membaca surah-surah medium sewaktu shalat Maghrib, sedangkan saat shlaat Subuh, membaca surah-surah panjang juz ke-30. (HR an-Nasai). 

Sebagaimana dinukilkan dari kitab al-Itqan fi Ulum al-Quran karya Imam as-Suyuthi, yang dimasksud dengan surah-surah thiwal al-mufashal (surah-surah panjang) adalah dimulai dari surah Qaaf sampai surah an-Naba juz ke-30. 

Sedangkan surah awshath al-mufashal (medium) mula surah an-Naba sampai surah adh-Dhuha. Sementara untuk surah-surah qashar al-mufashal mulai dari adh-Dhuha sampai surah an-Naas.  

Bagaimana dengan surah-surah yang dibaca untuk shalat Zhuhur dan Ashar? Menurut Mazhab Maliki dan Syafi’i, pilihlah surah di atas bacaan surah yang disunatkan untuk shalat Shubuh lebih sedikit, sedangkan shalat Ashar, hendaknya mengurangi sedikit dari shalat Zhuhur. 

Penjelasan ini mengacu hadis riwayat Abu Sa’id al-Khudri, ia berkata bahwa, Nabi SAW membaca bacaan surah pada shalat Zhuhur kira-kira 30 ayat pada dua rakaat pertama. Sedangkan pada shalat Ashar, kira-kira seukuran 15 ayat. 

Inilah beberapa pilihan surah yang disunahkan. Lalu, apakah boleh membaca surah-surah sesuai keinginan dan kemampuan? Boleh saja. Meski ia hanya membaca sedikit dari Alquran, itu sudah dianggap cukup dan tidak apa-apa. (ROL)

Berita Terkait

Muslim

Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal

Muslim

Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG

Muslim

Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu

Muslim

Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla

Muslim

Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69

Muslim

Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan