Semut Mampu Berkomunikasi Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Harijal - Kamis, 02 Maret 2017 13:49 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/03/44b462032017_0000semutmampuberkomunika.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi (Foto: Reuters)

Semut Mampu Berkomunikasi Dijelaskan dalam Alquran dan SainsJAKARTA - Menurut John L. Capinera dalam bukunya yang berjudul Encyclopedia of Entomology menyebutkan bahwa semut memiliki empat jenis senyawa kimia. Senyawa kimia ini dapat dikeluarkan saat berkomunikasi. 

Empat senyawa kimia tersebut diambil sebagai contoh dari semut African Weaver, yaitu Hexanal, Hexanol, Undercanone, dan Butyloctenal.

Dalam buku ‘Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik’ karya Ramadhani dkk, dijelaskan bahwa Hexanal merupakan zat yang berfungsi menarik perhatian dan ketertarikan semut. 

Sementara Hexanol, zat yang membuat semut-semut bersiaga dan berlarian ke segala arah. Sedangkan Undercanone, yakni zat yang saat dipancarkan bisa menarik semut ke sumber bahaya, sehingga yang terjadi ialah semut akan menggigit semua objek asing yang ada di sekitar mereka. 

Zat Butyloctenal ialah peningkatan agregasi dan kesiapan para semut untuk mengorbankan diri mereka. Dalam penemuan ilmiah menyebutkan bahwa kemampuan teknologi audio canggih memungkinkan para ilmuwan untuk meneliti dan memberikan kesimpulan bahwa semut-semut dapat berbicara satu sama lain. 

Sebagian besar semut memiliki plectrum dan papan alami dalam perut mereka. Sehingga, dapat mengeluarkan suara sebagai media untuk berkomunikasi. 

"Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari," Surah An-Naml Ayat 17-18.

(ahl/okezone)

Berita Terkait

Muslim

T. Azwendi: Media Bukan Sekadar Mitra

Muslim

Kolaborasi SEF dengan Kulukis Art, Gelar Pelatihan Desain Kreatif

Muslim

Jangan Sebar Data Pribadi Sembarangan!

Muslim

Polres Dumai Ungkap Peredaran 1.365 Pil Ekstasi

Muslim

Satgas Kahurtla TNI Gelar Salat Istisqo, Hujan Deras Mengguyur

Muslim

Polresta Pekanbaru Musnahkan Ribuan Butir Ekstasi, Sabu dan Cartridge Etomidate