Malam Ini LAMR Gelar Majelis Zikir, Doakan Jerebu Berlalu

Redaksi - Rabu, 23 September 2026 12:24 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/09/_2301_Malam-Ini-LAMR-Gelar-Majelis-Zikir--Doakan-Jerebu-Berlalu.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Setelah hampir dua bulan udara Riau diselimuti jerebu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mengajak masyarakat mengetuk pintu langit melalui zikir dan doa.

Ikhtiar itu diwujudkan melalui Majelis Zikir rutin LAMR Provinsi Riau yang mengangkat tema "Mendoakan agar Jerebu dan Karhutla Segera Berlalu," Rabu (23/9/2026), bertepatan dengan 11 Rabiul Akhir 1448 H, pukul 19.30 WIB di Balai Adat LAMR, Jalan Diponegoro Pekanbaru malam nanti.

Majelis zikir tersebut diawali dengan Salat Isya berjemaah, dilanjutkan makan malam bersama sebelum jemaah mengikuti zikir dan tausiah.

Tausiah diiai oleh penceramah sekaligus pemimpin zikir, Ustaz H. Ahmadi, S.H., M.H., yang juga Ketua Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ar-Ruhama.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, mengajak masyarakat untuk hadir dan bersama-sama mendoakan agar jerebu serta Karhutla segera berlalu dari Bumi Lancang Kuning.

"Sudah hampir dua bulan belakangan ini udara di Riau tidak sehat akibat Karhutla. Berbagai ikhtiar sudah dilakukan, dan rasanya sangat penting juga kita mengetuk pintu langit dengan zikir dan doa agar jerebu ini cepat berlalu," ujar Datuk Seri Taufik.

Menurut Datuk Seri Taufik, menghadapi bencana jerebu tidak cukup hanya dengan ikhtiar secara lahiriah. Doa dan zikir juga menjadi bagian dari ikhtiar batin yang dilakukan dengan penuh kerendahan hati kepada Allah SWT.

"Ini bukan berarti kita meninggalkan ikhtiar yang lain. Semua harus berjalan bersama. Kita berusaha di bumi dan mengetuk pintu langit dengan doa," katanya.

Disebutnya juga berbagai pihak seperti Polri, TNI, Pemprov/ Kab/ Kota, sudah berusaha maksimal memadamkan api. Tidak sedikit di antara aparat berjibaku untuk itu. "Kita mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya untuk itu, " ujar Datuk Seri Taufik.

Datuk Seri Taufik berharap majelis zikir nantinya menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama memohon agar hujan diturunkan dan asap akibat Karhutla segera menghilang.

Selain mendoakan agar jerebu berlalu, majelis zikir juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiah di tengah masyarakat.

Karenanya Datuk Seri Taufik mengajak seluruh elemen masyarakat Riau untuk saling menguatkan, terutama dalam menghadapi kondisi udara yang berdampak terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat.

"Semoga doa kita bersama diijabah Allah SWT. Mudah-mudahan jerebu segera berlalu, hujan turun membawa berkah dan Riau kembali mendapatkan udara yang sehat," harapnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Muslim

Water Bombing Satgas Udara Gempur Karhutla Dua Desa di Inhu

Muslim

Kualitas Udara Pekanbaru di Level Sedang Pagi Ini, Siswa Kembali ke Sekolah

Muslim

Legislator PKS Minta 30 Korporasi Karhutla Ditindak Tegas

Muslim

Dari Angka 6000-an, Hotspot Sumatera Tinggal 671, Langit Pekanbaru Cerah Diguyur Hujan

Muslim

Kualitas Udara Pekanbaru Level Berbahaya!

Muslim

Cegah Karhutla, Bupati Kasmarni Dorong Land Clearing dengan Alat Berat