Gubernur Sultra Sebut Zikir Sarana Persatukan Umat

Harijal - Selasa, 07 Februari 2017 09:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/02/1fa777022017_gubernur_sultra.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Zikir. (republika)

KENDARI - Gubenrur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam menyebutkan, zikir akbar merupakan salah satu sarana religi untuk mempersatukan umat muslim.

"Zikir dan doa bersama jadi media penguatan pemersatu umat Muslim," kata Nur Alam, pada zikir akbar dan doa bersama yang yang dilakukan Pemrov Sultra dipusatkan di Masjid Alkautsar Kendari, Senin (6/2/17).

Dengan demikian, katanya, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang disebutk Gerakan Sultra Beribadah Birokrat Bertakwa Masyarakat Sejahtera.

Zikir akbar yang dipimpin Ustaz KH Muhammad Arifin Ilham tersebut, dihadiri sekitar 10.000 umat Islam di Kendari. Nur Alam mengatakan, gagasan Gerakan Sultra Beribadah Birokrat Bertakwa Masyarakat Sejahtera tersebut dalam rangka memberikan pembinaan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di jajaran pemerintah.

"Dimana di dalamnya, telah diawali dari mewajibkan para pegawai laki-laki muslim salat subuh dan Jumat berjamaah, pengajian bergilir dijajaran SKPD dan, kali ini menggelar zikir akbar dan doa bersama," katanya.

Menurut dia, selain untuk mempersatukan umat muslim, dzikir akbar tersebut juga dalam rangka pembinaan kualitas spritual keuagaan umat, memberikan efek kesejaahteran, daya saing dan peningkatan kualitas hidup yang tercermin dari ketentraman hati manusia itu sendiri.

"Intinya, gagasan tersebut jadi rangkaian pembinaan kualitas sumber daya manusia dijajaran pemerintah daerah. Sehingga, bisa meningkatkan kedisiplinan, tanggungjawab dan peningkatan kinerja yang menciptakan birokrasi bersih dan transparan," katanya.

Sementara itu, Muhammad Arifin Ilham saat memberikan pencerahan kepada jemaah dzikir, mengatakan dalam kehidupan dunia tidak ada yang kekal, semua manusia akan kembali menghadap kepada Tuhan. Sementara kehidupan kekal hanyalah kehidupan akhir.

"Kita hidup ini hanyalah sementara, dunia bukanlah kehidupan kekal. Sedangkan hidup di akhirat bukan hanya satu abad, 100 abad, sejuta abad, atau semiliar abad, tapi selamanya," katanya.

Selanjutnya, Arifin Ilham memimpin zikir dan doa bersama, tidak sedikit jamaah yang larut dalam haru, begitu pula dengan Gubernur Nur Alam yang ikut bercucuran airmatanya, seraya memohon ampunan. ***    

 

Sumber: republika.co.id/gonews.co

 

Berita Terkait

Muslim

Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla

Muslim

Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69

Muslim

Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan

Muslim

Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah

Muslim

Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Luka-luka

Muslim

Elemen Masyarakat Demo di Mapolda Sumut, Desak Copot Kapolres Nias