Hampir 8.000 Jemaah Haji Terkena ISPA, Haji Indonesia Waspada!

Redaksi - Senin, 19 Mei 2025 20:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/05/_8407_Hampir-8-000-Jemaah-Haji-Terkena-ISPA--Haji-Indonesia-Waspada-.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comJAKARTA - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk lebih waspada terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Imbauan ini disampaikan setelah Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mencatat hampir 8.000 kasus ISPA yang menimpa jemaah selama pelaksanaan ibadah haji 2025.

Hingga Senin, 19 Mei 2025, total 7.957 kasus ISPA telah tercatat di Daerah Kerja (Daker) Makkah dan Madinah. Kasus terbanyak ditemukan di area yang padat seperti tempat thawaf, Sa'i, serta terminal bus antarpemondokan.

Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, MKM, menyebutkan bahwa peningkatan kasus ISPA dipicu oleh beberapa faktor utama, seperti kerumunan jemaah dan suhu ekstrem di Tanah Suci.

"Situasi ini menjadi faktor risiko utama penularan penyakit ISPA," ujar dr. Mohammad Imran dalam konferensi pers di Media Center Haji (MCH) Daker Makkah.

Suhu EkstremSuhu di Makkah Al Mukarromah saat ini tercatat berkisar antara 42 hingga 46 derajat Celcius. Cuaca panas yang disertai dengan kepadatan jemaah mempermudah penyebaran virus penyebab ISPA. Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa sebagian besar jemaah Indonesia masuk dalam kategori kelompok risiko tinggi (risti).

Menurut dr. Imran, hingga kini sebanyak 115.727 jemaah Indonesia telah tiba di Makkah, dan sekitar 80 persen di antaranya merupakan lansia atau memiliki penyakit penyerta.

"ISPA yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi pneumonia, yang menjadi salah satu penyebab utama jemaah dirawat di rumah sakit Arab Saudi," katanya.

Pneumonia dapat memicu komplikasi serius seperti sepsis, yaitu respon ekstrem tubuh terhadap infeksi yang dapat merusak organ vital seperti paru-paru dan ginjal.

Guna mencegah kondisi memburuk, Kemenkes RI mengimbau para jemaah, terutama kelompok risti, untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berat, seperti umrah sunnah secara berulang.

Selain itu, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dihindari pada jam-jam terik, yaitu pukul 10.00 hingga 16.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Pihak Kemenkes juga menekankan pentingnya menjaga hidrasi tubuh dengan baik.

Disarankan untuk mengonsumsi air putih atau air zamzam minimal 200 ml setiap jam, atau setidaknya 2 liter per hari. Selain itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan paling efektif untuk menghindari penularan ISPA.

Masker mampu menyaring partikel debu dan virus, terutama saat jemaah berada di keramaian atau mengalami gejala seperti batuk, flu, dan pilek.

"Bila ada keluhan dan masalah kesehatan, segera menghubungi petugas kesehatan di kloter dan memeriksakan diri di pos kesehatan yang tersedia," ujar dr. Imran.

Liputan6


Tag:

Berita Terkait

Muslim

Ketua DPD PKS Kampar Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji

Muslim

Musim Haji 1447 H/2026, Ini Pesan Penting untuk Jemaah Riau

Muslim

Bupati Inhil Buka Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Rayon I di Tembilahan

Muslim

KPK Periksa Petinggi PBNU, Diduga Ada Aliran Dana Terkait Kasus Yaqut

Muslim

Antrean Haji Nasional 26,4 Tahun

Muslim

Arab Saudi Pangkas Masa Berlaku Visa Umroh Jadi Satu Bulan