Majelis Zikir LAMR Doakan Kedamaian di Rempang Galang

Harijal - Rabu, 13 September 2023 21:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2023/09/008cc8092023_untitled8.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Humas LAMR

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Majelis Zikir Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) pada Selasa malam (12/9) melantukan doa untuk kedamaian di Rempang Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Diharapkan ada jalan keluar terbaik bagi antarpihak yang bersengketa. 

Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil mengatakan bahwa Majelis Zikir pada bulan ini memang diwarnai situasi emosi yang lebih khusus. Pertama, karena sekarang adalah Rabu terakhir bulan Shafar yang menurut sejumlah ulama adalah saat diturunkannya bala. 

Kedua, dalam beberapa hari ini ada kejadian memilukan di Rempang Galang. 

Hadir dalam acara tersebut sejumlah pengurus LAMR termasuk Ketum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Datuk Seri HR. Marjohan Yusuf, sejumlah anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Riau, dan santri dari Pondok Pesantren Kampung Dzikir Madani. 

Tampil sebagai penceramah adalah Dr HM Fakhri M.Ag. Sedangkan zikir dipimpin Tuan Guru Khalifah Mukhtarul Abady, pimpinan Majelis Baitus Salikin Naqsabandiyah al Kholidiyah. 

Seperti diketahui, dalam sepekan terakhir, dua kali terjadi bentrokan antara warga Rempang dengan aparat tim gabungan. Masyarakat menolak relokasi kampung tua Melayu di kawasan tersebut yang hendak dijadikan kawasan stategis nasional dengan berbagai usaha terutama pabrik kaca oleh investor dari Cina. 

"Terlepas dari latar belakangnya, ada peristiswa kemanusiaan di sana yang perih baik ditinjau dari fisik maupun psikologi, misalnya anak-anak sekolahnya yang terdampak gas air mata aparat," kata Datuk Seri Taufik. Ia menambahkan, masing-masing pihak masih terlihat bersikukuh pada apa yang mereka yakini. 

Oleh karena itu, kata Taufik, selain ikhtiar, do'a juga amat diperlukan sehingga diberi jalan keluar oleh Yang Maha Kuasa. Apalagi sesungguhnya, doa adalah senjata orang beriman. 

Sejumlah peserta zikir mengatakan, cukup terkesan dengan kegiatan yang dilaksanakan sekitar 20 menit, di luar syarahan agama tersebut. "Itu tadi, Ratib Hadat yang antara lain untuk tolak bala sekaligus untuk kedamaian di Rempang," ujar Datuk Seri Taufik, mengulangi ucapan pimpinan zikir, Tuan Guru Khalifah Mukhtarul Abady kepadanya. 

Sebelumnya, LAMR Provinsi Riau telah mengeluarkan sikap terhadap bentrokan di Rempang itu. Diantaranya LAMR menyesalkan tindakan refresif tim gabungan terhadap warga yang menolak relokasi. Selain itu, pemerintah tidak mengintidatif dalam menyelesaikan perkara dengan masyarakat, tetapi harus melalui musyawarah.(rls)

Berita Terkait

Muslim

Harga Kelapa di Inhil Anjlok Hingga Rp1.800 Per Kilogram, Pemprov Diminta Ambil Langkah

Muslim

7 Kilogram Sabu Dikubur di Tanah dan Kebun Sawit, Ditresnarkoba Polda Riau Ringkus 3 Tersangka

Muslim

Kapolsek Kandis Turun Bersama Petani, Rawat Tanaman untuk Menjaga Ketahanan Pangan

Muslim

Populasi Lalat Meningkat, Peternak di Kulim Janji Perbaiki Pengelolaan Kandang

Muslim

KPU Gandeng PWI Pekanbaru, Teken MoU Perkuat Sinergi Informasi dan Tugas Kelembagaan

Muslim

Viral Kasus Pelecehan Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerjasama Debt Colector