Manfaat Puasa Syawal, Waktu Terbaik, Niat, dan Ketentuannya

Harijal - Rabu, 26 April 2023 20:08 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2023/04/7f50ef042023_untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi sajian kurma ketika berbuka puasa/ Pixels

PUASA Syawal merupakan puasa sunnah yang dilakukan sebanyak 6 hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Puasa sunah satu ini akan memberikan umat Islam yang melaksanakannya pahala yang sangat besar.

Manfaat puasa Syawal telah dijelaskan dalam hadis. Rasulullah saw sangat menganjurkan untuk melaksanakan puasa syawal bagi umat Muslim. Puasa sunnah ini dapat dilaksanakan sejak tanggal 2 Syawal atau sehari setelah Idul Fitri.

Ketentuan puasa Syawal yang paling penting diperhatikan yaitu waktu pelaksanaannya. Dengan keutamaannya yang begitu besar, akan sangat merugi seorang umat Islam jika tidak melaksanakannya setelah bulan Ramadhan.

Berikut Liputan6.com ulas mengenai manfaat puasa Syawal beserta waktu terbaik, bacaan niat dan ketentuannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (26/4/2023).

Manfaat Puasa Syawal

Dikutip dari laman Kemenag, manfaat puasa syawal bagi umat muslim yang melaksanakannya setelah bulan Ramadhan selama enam hari berturut-turut adalah mendapatkan pahala seperti puasa setahun penuh. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, yang artinya:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian ia ikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapat pahala seperti puasa setahun penuh.” (HR Muslim).

Manfaat puasa Syawal menurut Abu Hurairah berkata:

“Pahalanya satu tahun, karena setiap hari pahalanya sama dengan puasa sepuluh hari. Tiga puluh hari ramadhan sama dengan tiga ratus hari ditambah enam hari bulan syawal sama dengan enam puluh hari, sehingga jumlah seluruhnya adalah tiga ratus enam puluh hari yakni satu tahun.”

Hal ini, karena Allah berfirman, ”Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al-An`am: 160). 

Selain itu, ada pendapat lain mengenai manfaat puasa syawal menurut Ibnu Rajab, yakni:

a. Puasa enam hari pada bulan Syawal pahalanya sama dengan puasa satu tahun penuh sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

b. Puasa pada bulan Syawal dan Sya`ban seperti shalat sunnat rawatib. Fungsinya untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan dalam shalat wajib. Karena, kelak pada hari Kiamat, pahala wajib dapat disempurnakan dengan amalan sunnat.

c. Dengan puasa enam hari pada bulan Syawal di antara ciri puasa Ramadhannya diterima oleh Allah, karena apabila Allah menerima amal ibadah seseorang, Allah akan memudahkan orang tersebut untuk melakukan amal shaleh lainnya.

Waktu Terbaik Puasa SyawalSeperti yang telah dijelaskan di atas, waktu terbaik menjalankan puasa Syawal adalah sejak tanggal 2 Syawal atau sehari setelah Idul Fitri. Namun tidak apa-apa bila dilaksanakan di hari lain asalkan masih di bulan Syawal. 

Menyegerakan waktu puasa Syawal di hari kedua bulan Syawal menunjukkan i’tikad baik dalam bersegera untuk melakukan kebaikan dan meraih keutamaan puasa syawal. Puasa syawal ini dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut, mulai dari tanggal 2 syawal hingga 7 syawal.

Bacaan Niat Puasa SyawalSetelah mengetahui manfaat puasa syawal, berikut ini terdapat bacaan niat puasa syawal yang perlu anda hafalkan. Ini bacaannya:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Bagi kamu yang mendadak di pagi harinya ingin mengamalkan puasa Syawal juga diperbolehkan untuk melafalkan niat sejak kamu berkehendak puasa sunah. Niat puasa Syawal boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh. Oleh karena itu, dianjurkan juga untuk melafalkan niat puasa Syawal di siang hari.

Berikut lafal niat puasa Syawal di siang hari:

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

(liputan6.com)

Berita Terkait

Muslim

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Muslim

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Muslim

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎

Muslim

RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal

Muslim

Musrenbang RKPD Riau 2027, DPRD: Tahun Depan Kembali Normal

Muslim

Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih